Habanusantara.net – Melarikan diri dari kesibukan kota tak selalu berarti harus menuju pantai atau bukit. Di Kabupaten Aceh Besar, ada pelarian yang menawarkan kehangatan terapeutik langsung dari jantung bumi. Inilah Mata Air Panas Ie Suum, sebuah objek geowisata unik yang terletak di Desa Ie Suum, Kemukiman Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya. Berjarak sekitar 40 kilometer atau kurang lebih satu jam perjalanan dari Kota Banda Aceh, Ie Suum menawarkan sensasi relaksasi yang alami dan mendalam.
Ie Suum, yang secara harfiah berarti “Air Panas” dalam bahasa Aceh, bukan sekadar pemandian biasa. Sumber air panas alami ini berasal dari komplek Gunung Api Seulawah Agam, salah satu gunung api aktif Tipe A di Aceh. Keunikan geologisnya sangat menonjol. Mata air panas ini menyembur ke permukaan melalui jalur lemah pada zona releasing bend akibat adanya Sesar Mendatar Ie Suum. Keunikan geologi inilah yang membuat lokasi ini diusulkan menjadi geosite warisan geologi dan kawasan cagar alam geologi.
Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat memilih jalur Banda Aceh–Krueng Raya menuju Lam Teuba atau melalui rute Bandara Sultan Iskandar Muda. Setibanya di lokasi, pengunjung disambut oleh pemandangan perbukitan yang mengelilingi kawasan, menciptakan suasana tenang dan asri.
Suhu air panas Ie Suum berada pada kisaran 80 hingga 85° Celcius, suhu yang menunjukkan kedekatan sumber panas dengan dapur magma bumi. Volume air yang keluar cukup besar dan berasal dari banyak sumber mata air. Aliran air panas yang mengalir di sekitar kaki bukit terlihat dalam saluran-saluran kecil, mengeluarkan uap tipis yang seolah-olah menjadi asap alami dari bumi.
Pihak pengelola telah menyediakan fasilitas yang memadai untuk pengunjung. Di lokasi ini terdapat tiga kolam permanen khusus anak-anak dengan air yang lebih dangkal dan suhu lebih aman. Juga ada dua kolam terpisah untuk pria dan wanita, dibatasi oleh dinding tinggi, demi menjaga privasi dan kenyamanan pengunjung sesuai aturan adat setempat.
Tempat ini buka 24 jam. Meskipun demikian, pada malam hari, wanita diperbolehkan berkunjung dengan syarat harus didampingi keluarga, memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak.
Bagi warga Banda Aceh, Ie Suum sudah menjadi solusi rutin untuk mengusir penat. Salah satunya adalah Cut, seorang ibu rumah tangga yang sering mengunjungi Ie Suum setiap akhir pekan.
“Saya ini asli Banda Aceh, dan kalau badan sudah mulai pegal-pegal atau stres karena urusan rumah, larinya pasti ke sini,” ujar Cut sambil mencelupkan kakinya ke kolam yang hangat.
“Sensasinya luar biasa. Begitu masuk kolam, semua otot terasa rileks. Itu bukan cuma efek air panas, tapi juga karena kandungan belerang dan mineralnya. Rasanya seperti mendapat terapi sauna alami dari alam,” ungkapnya.
Cut juga sangat menghargai konsep pemisahan kolam yang diterapkan.
“Itu penting, ya. Saya merasa nyaman dan aman. Saya bisa berendam dengan tenang tanpa rasa canggung, dan petugas juga selalu berjaga. Saya sering bawa anak-anak juga, kolam anak-anak airnya pas, tidak terlalu panas,” jelasnya.
Selain memberikan ketenangan, air panas bumi Ie Suum diyakini mengandung belerang dan mineral lain yang secara tradisional dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan penyakit kulit. Lebih dari itu, kehangatan air panas ini efektif untuk menormalkan otot-otot yang kaku.

Cut bersaksi, popularitas Ie Suum juga didorong oleh testimoni kesembuhan. “Banyak yang datang ke sini memang untuk terapi. Saya dengar sendiri dari beberapa tetangga yang menderita saraf kejepit (HNP). Tadinya mereka susah jalan, setelah beberapa kali berendam di Ie Suum, perubahannya signifikan, mereka bisa berjalan lagi,” cerita Cut, menunjukkan kepercayaan masyarakat lokal terhadap manfaat alami mata air ini.
Setiap hari libur, ratusan wisatawan lokal berdatangan, membuktikan bahwa Ie Suum adalah aset kebumian yang vital, tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat kesehatan dan ketenangan alami bagi masyarakat Aceh Besar dan sekitarnya.




















