Habanusantara.net – Apa jadinya kalau cincin yang mestinya jadi aksesoris manis malah berubah jadi sumber kepanikan? Itulah yang dialami Marziah (35), warga Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Cincin yang melingkar di jari manisnya mendadak “susah move on”, alias tak bisa dilepaskan meski sudah dicoba berkali-kali.
Awalnya, Marziah mengira cincin itu bisa dilepas dengan cara sederhana. Dipelintir pelan-pelan, diberi sabun, bahkan sempat coba trik rumah tangga ala netizen.

Tapi hasilnya nihil. Jari justru makin terasa sakit dan cincin makin ketat menjerat. Dari situlah kepanikan muncul, hingga akhirnya ia memutuskan datang ke Pos Damkar BPBD Aceh Besar di Seulimum, Selasa malam (2/9/2025).
“Pelapor datang sekitar pukul 19.00 WIB dengan kondisi cukup panik. Petugas lebih dulu menenangkan korban sebelum melakukan penanganan,” kata Ridwan Jamil, Kepala BPBD Aceh Besar.
Sesampai di pos, petugas damkar yang biasanya berhadapan dengan api justru menghadapi “darurat cincin.” Mereka meneliti kondisi jari Marziah, lalu memutuskan satu-satunya jalan: cincin harus dipotong.

Dengan peralatan seadanya, petugas bekerja hati-hati. Tak ada suara sirine, tak ada kobaran api, tapi suasananya tetap tegang. Semua fokus pada jari manis yang terjepit logam perak.
Sekitar pukul 19.35 WIB, usaha itu akhirnya berhasil. Cincin yang sempat membandel pun berhasil dilepas, dan jari Marziah bisa kembali normal tanpa luka serius.





