Habanusantara.net— Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menargetkan realisasi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai sedikitnya 50 persen pada akhir Oktober 2026. Target tersebut dinilai realistis setelah sejumlah hambatan teknis dan administratif dibahas bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh.
Bupati Aceh Tengah menyampaikan target itu dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Gathering Satgas PRR Pascabencana wilayah Aceh di Takengon, Jumat (2/10/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati juga mengapresiasi kinerja Kepala Pos Komando Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, yang dinilai aktif membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan dalam percepatan realisasi anggaran.
“Terus terang, Satgas PRR Kaposko Wilayah Safrizal sangat membantu kami. Mereka tidak hanya datang mencatat masalah, tetapi langsung mencari solusi. Sangat responsif dan solutif,” ujar Bupati.
Menurutnya, pendampingan Satgas PRR turut membantu mengurai berbagai hambatan yang sebelumnya memengaruhi proses realisasi anggaran.
Karena itu, Pemkab Aceh Tengah menetapkan target realisasi minimal 50 persen hingga penghujung Oktober.
“Target realisasi akhir Oktober minimal 50 persen ke atas harus tercapai. Semua hambatan sudah kita urai bersama Kaposko Wil Safrizal,” katanya.
FGD tersebut dipimpin langsung Safrizal ZA dengan agenda mengevaluasi perkembangan penanganan pascabencana sekaligus memaparkan realisasi TKD masing-masing pemerintah daerah.
Selain mengejar realisasi anggaran, Bupati Aceh Tengah berharap koordinasi penanganan pascabencana dapat kembali digelar di daerah tersebut.
Ia menilai kawasan tengah Aceh membutuhkan perhatian khusus karena kondisi geografis dan keterbatasan konektivitas yang menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kami berharap rakor lanjutan diadakan kembali di Aceh Tengah. Kawasan tengah ini butuh sentuhan khusus. Kalau rakor di sini, kita bisa melihat langsung kondisi lapangan,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan tengah Aceh, termasuk dalam percepatan realisasi anggaran dan dukungan terhadap infrastruktur strategis.
“Terima kasih untuk pemerintah pusat. Dukungan untuk kawasan tengah Aceh ini sangat luar biasa. Ini bukti negara hadir di Dataran Tinggi Gayo,” pungkasnya.
Kawasan tengah Aceh saat ini disebut tengah didorong untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional melalui program pengembangan komoditas unggulan Kopi Gayo.[*]





