HABANUSANTARA.NET, – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh belum mengambil sikap resmi terhadap kasus yang menyeret Ketua DPRK Nagan Raya berinisial MRR. Namun, partai berlambang Ka’bah itu memastikan bakal mengambil tindakan tegas apabila kadernya terbukti bersalah.
Sekretaris DPW PPP Aceh periode 2026–2031, H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan pihaknya baru mengetahui persoalan tersebut melalui pemberitaan media. Karena itu, PPP Aceh belum dapat menentukan langkah organisasi sebelum mendengar penjelasan langsung dari yang bersangkutan.
Ilmiza menyebutkan, MRR akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Menurutnya, partai perlu mendengar keterangan dari semua pihak terkait sebelum mengambil keputusan agar sikap yang diambil memiliki dasar yang jelas.
“Sementara belum ada tanggapan, karena kami baru mengetahuinya dari berita media. Kami belum pernah duduk bersama dengan yang bersangkutan, jadi harus kami panggil dulu dan kami dengarkan langsung,” kata Ilmiza saat dihubungi melalui telepon, Jumat (30/10/2026).
Meski belum menentukan sanksi, Ilmiza menegaskan PPP tidak akan melindungi kader yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia memastikan partai akan bertindak tegas jika hasil klarifikasi dan perkembangan penanganan perkara menunjukkan adanya kesalahan. Namun, ia juga mengingatkan agar persoalan pribadi kader tidak serta-merta dikaitkan dengan kelembagaan partai.
Di sisi lain, PPP saat ini tengah melakukan konsolidasi untuk membenahi organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Ilmiza berharap persoalan yang melibatkan MRR dapat disikapi secara proporsional dengan tetap mengedepankan klarifikasi dan proses yang berlaku.
Sebelumnya, MRR yang juga menjabat sebagai Ketua PPP Kabupaten Nagan Raya dilaporkan digerebek oleh istri sahnya bersama seorang perempuan di rumah dinas Ketua DPRK Nagan Raya pada Rabu (28/10/2026) malam. Polres Nagan Raya membenarkan adanya peristiwa tersebut, sementara penanganan kasus selanjutnya dilimpahkan ke Polda Aceh.
Hingga kini, PPP Aceh belum mengumumkan keputusan organisasi terhadap MRR. Sikap resmi partai masih menunggu klarifikasi langsung dari yang bersangkutan serta perkembangan penanganan kasus tersebut.[*]





