HABANUSANTARA.NET, — Sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan Service Excellent untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, tersebut digelar di Hotel Rasamala melalui kolaborasi BKPSDM Kota Banda Aceh dan Banda Aceh Academy (BAA).
Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dr. Drs. Samsul Bahri, M.Si. Peserta berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Samsul Bahri meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan materi yang diberikan untuk memperbaiki kualitas pelayanan di unit kerja masing-masing.
Ia menekankan, pelatihan tersebut harus memberikan dampak nyata ketika para ASN kembali menjalankan tugas melayani masyarakat.
“Harapan kami kepada semua peserta pelatihan supaya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena narasumber yang hadir di sini adalah narasumber profesional pilihan yang sudah berpengalaman. Sehingga, setelah mengikuti pelatihan ini, semua peserta dapat memberikan pelayanan yang excellent bagi masyarakat sekembalinya pada OPD masing-masing,” ujarnya.
Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si., yang akrab disapa Emi, menjelaskan bahwa pelatihan Service Excellent bertujuan memperkuat kompetensi ASN dalam memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Emila menambahkan, kegiatan tersebut juga mendukung visi pembangunan Kota Banda Aceh 2025–2029, yakni Kota Kolaborasi. Penguatan kapasitas aparatur diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan koordinasi dan kerja sama antarperangkat daerah.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kita mendukung visi dan misi pembangunan Kota Banda Aceh tahun 2025–2029, yaitu Kota Kolaborasi, melalui penguatan kerja sama, koordinasi, dan sinergi aparatur pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” kata Emila.
Selama pelatihan, peserta menerima materi dari sejumlah narasumber, yakni Emila Sovayana, Widyaiswara Ahli Madya Dra. Santi Melvita, M.Pd., serta pemateri dari Psikodista Konsultan dan Bank Syariah Indonesia.
Melalui kegiatan ini, BKPSDM Kota Banda Aceh berharap para ASN dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan mutu pelayanan di masing-masing OPD, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih profesional dan responsif.[***]





