Habanusantara.net – Sebanyak 161 titik panas (hotspot) terpantau di berbagai wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS.
Titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota, mulai dari kawasan pantai barat, wilayah tengah, hingga pesisir selatan Aceh.
Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Fitriana Nur, menjelaskan bahwa kemunculan titik panas dipicu oleh kondisi cuaca yang didominasi cerah berawan dengan suhu udara relatif panas pada siang hari.
“Kondisi ini masih berupa pemanasan permukaan akibat cuaca cerah, belum mengarah pada musim kemarau,” ujar Fitriana, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, pada kondisi cuaca panas, lahan terbuka lebih mudah mengalami peningkatan suhu permukaan sehingga terbaca sebagai hotspot oleh satelit, meskipun tidak seluruhnya menunjukkan adanya kebakaran.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. “Cuaca cerah dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran lahan secara sengaja maupun tidak terkendali,” terangnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar menjaga kondisi kesehatan, mengingat paparan panas berlebih berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.




















