Headline

TKD Aceh 2026 Tak Jadi Dipotong, Dek Gam Apresiasi Peran Dasco

×

TKD Aceh 2026 Tak Jadi Dipotong, Dek Gam Apresiasi Peran Dasco

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net — Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, mengapresiasi keputusan pemerintah pusat yang mengembalikan Anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Aceh secara utuh.

Dek Gam–sapaan Nazaruddin–secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilai berperan penting dalam pengembalian anggaran tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Dasco yang telah menghubungi Presiden untuk meminta agar TKD Aceh dikembalikan,” ujar Dek Gam usai Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI bersama Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Dalam rapat tersebut, persoalan efisiensi anggaran TKD Aceh mencuat ketika Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah (Dek Fadh), meminta agar TKD Aceh tidak dipotong seperti daerah lain.

Sebelumnya, TKD Aceh diketahui mengalami pemotongan sebesar 25 persen. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Saat Menkeu tengah menjelaskan kebijakan anggaran, suasana rapat mendadak hening ketika Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan telepon.

Setelah terhubung, Dasco menyerahkan telepon genggamnya kepada Menteri Keuangan. Usai percakapan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyetujui agar dana TKD Aceh tidak dipotong dan dikembalikan secara penuh.

Dek Gam menilai pengembalian TKD tersebut merupakan kabar baik bagi masyarakat Aceh, mengingat anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik, khususnya pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

“Saya berharap dana yang telah dikembalikan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran, terutama untuk membantu korban banjir bandang di Aceh,” ujar Ketua DPW PAN Aceh itu.

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan pembangunan serta stabilitas fiskal daerah.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Aceh untuk bersama-sama mengawal penggunaan anggaran tersebut.

“Mari kita kawal pembangunan Aceh pascabencana, sehingga anggaran yang sudah diberikan benar-benar berdampak bagi korban bencana dan Aceh bisa kembali bangkit,” tegas anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Rapat koordinasi itu turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua Komisi VI Abdul Wachid, Wakil Ketua Komisi V Andi Iwan Darmawan Aras, serta anggota DPR RI TA Khalid dan Kawendra Lukistian.

Dari unsur pemerintah pusat hadir Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Sosial, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Turut hadir pula Kepala BPS, Wakil Menteri BPKP, perwakilan BNPB, dan jajaran Polri. Sementara dari Pemerintah Aceh, rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah.

KETERANGAN FOTO: Dek Gam saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI, Dasco dalam jumpa pers usai rapat di Banda Aceh. Foto: (Youtube TV Parlemen).

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net, Panel Surya bertenaga 1300 Watt berhasil menjadi sumber penerangan di Desa Leubuk Pusaka, Dusun Bidari, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (10/1/2026) sore. Setelah sebelumnya kampung ini belum mendapatkan pasokan…

Headline

habanusantara.net – Hujan deras yang mengguyur Aceh Timur sejak Rabu (7/1/2026) malam kembali memicu banjir di sejumlah kecamatan. Banjir susulan ini terjadi saat warga belum sepenuhnya pulih dari bencana serupa…

Ekbis

Habanusantara.net – Ancaman lonjakan kemiskinan kembali membayangi Aceh. Serangkaian bencana alam yang melanda wilayah ini pada akhir November 2025 dinilai berpotensi memukul perekonomian masyarakat secara serius dan berisiko mendorong angka…

close