Habanusantara.net — Jembatan Bailey yang dibangun pascabencana hidrometeorologi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, resmi difungsikan dan sudah dapat dilalui kendaraan dengan kapasitas beban maksimal hingga 20 ton, Senin (02/02/2026).
Jembatan darurat tersebut mulai dioperasikan sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Keberadaannya dinilai sangat vital karena menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, penyaluran kebutuhan pokok, serta mobilitas harian masyarakat yang sebelumnya sempat terhambat akibat terputusnya jalur transportasi.
Pembangunan jembatan merupakan hasil kerja prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda, dengan melibatkan personel Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga bersama jajaran Kodim 0119/Bener Meriah. Pengerjaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bentuk respons cepat TNI dalam memulihkan akses warga terdampak bencana.

Komandan Kodim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauzi, yang diwakili Danramil 06/Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid saat peresmian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat. Menurutnya, kecepatan dan dedikasi prajurit di lapangan mencerminkan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Bailey ini adalah bukti nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat pascabencana. Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali aktivitas warga agar dapat berjalan normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga berperan strategis dalam mendukung distribusi logistik tanggap bencana, pelayanan kedaruratan, serta mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.
Masyarakat Desa Karang Rejo menyambut gembira berfungsinya kembali jembatan penghubung tersebut. Salah seorang warga, Sudirman (45), mengaku selama jembatan rusak, warga harus menempuh jalur memutar yang lebih jauh untuk mengangkut hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah sekarang akses sudah terbuka kembali. Sebelumnya kami harus memutar jauh dan itu sangat menyulitkan. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas kami jadi jauh lebih lancar,” ungkapnya.[*]





