Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, juga mengapresiasi antusiasme masyarakat. Ia menyebut pemutaran film pada kegiatan ini menarik perhatian luar biasa dari publik. “Tiket pemutaran film habis hanya dalam waktu 30 menit. Ini bukti bahwa masyarakat Aceh sangat haus akan hiburan kreatif yang berkualitas,” kata Illiza.
Sinema Rakyat Aceh dinilai menjadi momentum penting bagi tumbuhnya ekosistem perfilman di Aceh, sekaligus menghadirkan ruang inspirasi bagi generasi muda untuk mengekspresikan karya, membangun jejaring, dan mendorong perkembangan ekonomi kreatif di daerah.(Adv)














