“Pemuda Aceh memiliki kreativitas luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah ruang dan dukungan. Hari ini adalah langkah awal untuk memastikan karya-karya mereka bukan hanya dinikmati di Banda Aceh, tetapi dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Teuku Riefky di hadapan para penonton.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan lima program penguatan ekosistem kreatif di Aceh, meliputi fesyen muslim, kriya, film, fotografi, dan jasa digital. Program tersebut dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi anak muda dan memperkuat sektor ekonomi kreatif daerah.














