Tak jauh dari area bukit, terdapat Sungai Siron yang bening dan sejuk. Banyak pengunjung menjadikannya tempat singgah terakhir untuk mencuci muka atau berendam kaki setelah mendaki.

Di balik keindahannya, kawasan ini juga menyimpan cerita sejarah. Masyarakat lokal menyebut, pada masa konflik Aceh, wilayah ini pernah menjadi lokasi pelatihan dan persembunyian pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kini, bukti sejarah itu tidak lagi terlihat, namun kisah tersebut menjadi tambahan narasi menarik bagi wisatawan yang berkunjung.
Untuk memasuki kawasan ini, pengunjung dikenakan retribusi sederhana per kendaraan. Biaya tersebut digunakan untuk pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas dasar yang masih berkembang.




















