“Kami berharap produk fesyen Aceh tidak hanya berhenti di pasar nasional, tetapi mampu bersaing di tingkat global,” kata Herly.
Ia juga mengapresiasi penetapan Aceh sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional oleh Kemenparekraf/Bekraf.














