Wisata

Benteng Indra Patra: Jejak Sejarah Kerajaan Lamuri yang Masih Kokoh di Aceh

×

Benteng Indra Patra: Jejak Sejarah Kerajaan Lamuri yang Masih Kokoh di Aceh

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net, Benteng Indra Patra, sebuah situs bersejarah yang terletak di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, masih berdiri kokoh meskipun usianya telah melewati ribuan tahun. Benteng ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama yang pernah berdiri di Aceh pada abad ke-7 Masehi.

Hingga kini, keberadaannya memberikan gambaran tentang sejarah panjang dan ketangguhan Aceh dalam mempertahankan wilayahnya dari serangan luar, terutama pada masa Kesultanan Aceh.

Dengan jarak sekitar 19 kilometer dari Banda Aceh, Benteng Indra Patra dapat dijangkau dalam waktu 30 menit berkendara.

Letaknya yang strategis di bibir pantai, menghadap langsung ke Selat Malaka, memberikan nuansa yang berbeda bagi para pengunjung. Tidak hanya sebagai situs bersejarah, benteng ini juga menawarkan keindahan alam yang memanjakan mata, mulai dari laut yang tenang dengan pasir putih hingga pepohonan cemara yang rimbun di sekitar kawasan ini.

Benteng Indra Patra dibangun pada masa Kerajaan Lamuri, dengan bahan bangunan yang terdiri dari batu gunung, kapur, tanah liat, kulit kerang, dan telur. Benteng utama yang masih berdiri kokoh memiliki ukuran 70×70 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter dan ketebalan dinding mencapai 2 meter. Bangunan ini dulunya berfungsi sebagai pertahanan kerajaan terhadap ancaman dari luar, dan saat Sultan Iskandar Muda memimpin Aceh, Benteng Indra Patra juga turut digunakan dalam mempertahankan wilayah Aceh dari serangan Portugis.

Haris, salah satu pengunjung Benteng Indra Patra, menjelaskan bahwa selain menyimpan nilai sejarah yang tinggi, benteng ini juga menyuguhkan pemandangan alam yang memukau. “Dari sini kita bisa melihat laut yang biru, dengan pasir putih yang memanjakan mata. Di belakang benteng ada perbukitan dan pepohonan cemara yang membuat suasana semakin sejuk,” ungkap Haris. Keindahan alam yang berpadu dengan sejarah menjadikan Benteng Indra Patra sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebagai situs cagar budaya yang dilindungi, pengelolaan Benteng Indra Patra dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Syukria, salah seorang pengelola wisata di sana, menjelaskan bahwa meskipun fasilitas di kawasan ini sudah memadai, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. “Kami sudah menyediakan fasilitas seperti jembatan baru, mushola, dan toilet. Namun, kami juga berharap bisa menambah tempat peristirahatan seperti pondok atau tempat jualan agar pengunjung bisa lebih menikmati suasana di sini,” ujar Syukria.

Selain itu, Syukria juga menyampaikan bahwa meskipun sejarah tentang Kerajaan Lamuri sudah banyak diketahui, masih banyak cerita yang belum terungkap secara menyeluruh. “Sebelum tsunami melanda Aceh, di sini masih terdapat meriam yang digunakan dalam pertahanan, tapi sayangnya meriam tersebut sudah tidak ada lagi,” tambahnya. Cerita-cerita seperti ini semakin memperkaya sejarah yang ada di sekitar Benteng Indra Patra.

Kamal Kurnia Hasan, seorang sejarawan Aceh Besar, juga menyebutkan bahwa Benteng Indra Patra memiliki peran penting dalam sejarah Aceh. “Indra Patra adalah salah satu situs yang menggambarkan betapa pentingnya sejarah Aceh.

Aceh dikenal sebagai ‘Lhee Sagoe’ dan keberadaan Indra Patra memberikan kesan bahwa Aceh memang kaya akan sejarah,” kata Kamal. Dia juga menambahkan bahwa wisatawan yang datang ke Aceh seharusnya memasukkan Benteng Indra Patra dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi, selain mengenal sejarah, wisatawan juga bisa menikmati keindahan alamnya.

Benteng Indra Patra tidak hanya menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah panjang Kerajaan Lamuri dan Kesultanan Aceh, tetapi juga sebagai tempat yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya dapat belajar tentang sejarah, tetapi juga merasakan ketenangan dan keindahan alam yang mengelilinginya. Fasilitas yang terus berkembang dan akses yang mudah membuat Benteng Indra Patra semakin dikenal oleh banyak orang, baik dari dalam maupun luar daerah.

Sebagai situs sejarah yang penting, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan melestarikan Benteng Indra Patra. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya dapat menikmati wisata sejarah, tetapi juga merasakan keindahan alam yang begitu khas dan memikat. Sebuah tempat yang tidak hanya mengajak kita untuk mengenang masa lalu, tetapi juga mengajak kita untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.***

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Wisata

Bahasa Aceh bukan hanya sarana berbicara, tetapi jiwa kebudayaan yang terus hidup dalam denyut masyarakat Tanah Rencong. Di tengah arus modernisasi, bahasa ini tetap menjadi penanda jati diri yang menghubungkan…

close