Habanusantara.net | Tim monitoring dan evaluasi (Monev) Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh mengapresiasi hasil kerja Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Tani di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan Mardansyah, S.Sos, ST saat melakukan kegiatan Monev di lokasi Perkarangan Pangan Lestari (P2L) KWT Mandiri Tani, Rabu (23/10/2024).
Pada kesempatan itu Mardansyah, mejelaskan bahwa program P2L ini merupakan bantuan pemerintah dibawah Kementerian Pertanian yang disalurkan kepada masyarakat Gampong di Banda Aceh dalam rangka memanfaakan perkarangan untuk menanam sayur- sayuran dan upaya pemerintah dalam bidang ketahanan pangan
Pada tahun 2024 ini Kota Banda Aceh mendapat sebanyak 7 gampong yang ada di 3 kecamatan, diantaranya kecamatan Kuta Alam, Lampulo dan Lambaro Skep, Kecamatan Syiah Kuala yaitu Gampong Peurada, Kecamatan Meuraxa yaitu Gampong Blang, Asoe Nanggroe, Deah Baroe, dan gampong Pie.
“Masing gampong kita bina satu kelompok yang anggotanya masing-masing 20 sampai dengan 25 orang’’sebut Mardansyah.
Itu sebabnya, untuk memastikan progran tersebut berjalan dengan baik dan lancar Tim monitoring dan evaluasi DPPKP melakukan pengawasan ke Lokasi PPL, hal ini juga seiring dengan pembelakan penyuluh dan pelatihan kepada anggota Kelompok Wanita Tani oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh
”Ini salah satu contoh kebun sehingga para penyuluh turun kelapangan melihat langsung di lapangan, dan hasil sangat bagus seperti yang kita lihat saat ini bahwa taman sayur-sauran ini sudah mulai bisa panen”ungkapnya
Dilokasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Tani di Gampong Lampulo ditanami berbagai macam komoditas sayur-sayuran seperti Bayam, Sawi, Pakcoy, Cabe, Tomat, Kangkung dan bawang merah kegiatan ini mulai dari pembibitan pembuatan pupuk hingga masa panen di tim penyuluh DPPKP.
Sementara koordinator penyuluh Kota Banda Aceh, Mariammah mengatakan upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kegiatan P2L di Banda Aceh terus berjalan dengan baik.
Sebagai Koordinator penyuluh, Mariamah, memimpin pendampingan penanaman dan pengelolaan kebun bibit yang melibatkan anggota KWT (Kelompok Wanita Tani). tim penyuluh mendampingi para petani dalam proses penanaman, perawatan, hingga masa panen.
Hasil dari kegiatan ini akan dijual untuk mendukung kebutuhan pembelian bibit dan pengembangan kebun ke depannya. Sisa hasil penjualan juga akan digunakan untuk membantu anggota dalam pengembangan usaha tani di rumah masing-masing.
Mariamah mengungkapkan pentingnya kerjasama yang baik dan dukungan antaranggota, sehingga diharapkan setiap keluarga dapat memanfaatkan lahan mereka secara optimal.
”Kegiatan ini disambut baik, saya menyaksikan antusiasme Kelompok Wanita Tani (KWT) ini sangat aktif dan berkomitmen terhadap program ini. Karena itu pentingnya pelatihan dan pembekalan bagi anggota P2L, agar mereka tidak hanya sukses dalam penanaman, tetapi juga dalam pemanfaatan hasil tani mereka. Kita berharap program ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat” terangnya
Selain itu Kegiatan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga untuk mempererat solidaritas antaranggota KWT. Dengan semangat bersama, mereka berusaha menciptakan kebun yang produktif dan mandiri, mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Tani, Syafriani memyampaikan pendapat yang sama, menurutnya melalui kegiatan ini para anggotanya memiliki pengetahuan baru tentang penaman Sayur bagaimana memamnfaatkan lahan perkarangan yang ada sekitarnya.
Tak hanya soal penanaman, Syafriani mengakui banyak mempeneroleh pengetahuan pembuatan Pupuk Alami (Non Organik) yang memamfaakan bahan daur ulang atau daun-daunan.
“Kita disini menggunaka pupuk non kimia dan alam ini berkat binaan penyuluh KWT,anggota kami sangat membantu dengan kegiatan ini, kami antusias dan saling bekerjasama menyukseskan Kegiatan Progran ini” tuturnya
Ferra Yenni, selaku pendamping Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Tani di Gampong Lampulo, menyatakan bahwa kegiatan pertanian yang dijalankan oleh kelompok ini tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan pangan keluarga tetapi juga mendukung pola hidup sehat.
“Kegiatan ibu-ibu ini sangat baik karena hasil panennya digunakan untuk konsumsi sendiri dengan sayuran sehat tanpa pestisida. Artinya, selain memenuhi kebutuhan pangan, juga bisa menjaga kesehatan keluarga,” ujar Ferra
Ferra berharap KWT Mandiri Tani semakin aktif dan mampu berinovasi dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di masa depan. “Ke depannya kami akan terus belajar bersama dan mencari inovasi baru agar kegiatan ini semakin berkembang dan bermanfaat,” ungkapnya.[**]




















