Wisata

Tahura Lae Kombih: Benteng Terakhir Konservasi Pohon Kapur yang Memukau di Subulussalam

×

Tahura Lae Kombih: Benteng Terakhir Konservasi Pohon Kapur yang Memukau di Subulussalam

Sebarkan artikel ini
Tahura Lae Kombihinstagramtengokaceh
Tahura Lae Kombih/(instagram/@tengokaceh)

HABA Nusantara – Tahura Lae Kombih, sebuah permata tersembunyi di Subulussalam, Aceh, adalah destinasi ekowisata yang menawarkan keindahan alam serta keunikan flora dan fauna.

Terletak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Subulussalam, Tahura Lae Kombih tidak hanya menjadi tempat rekreasi yang menyejukkan, tetapi juga benteng terakhir konservasi pohon kapur yang langka.

Dengan luas sekitar 1.482 hektare, Tahura Lae Kombih menawarkan pengalaman wisata yang tidak terlupakan.

Tahura Lae Kombih terkenal dengan hutan tropisnya yang kaya akan pohon-pohon kayu yang sudah langka, terutama pohon kapur.

Pohon kapur, atau Drybalanops aromatic gaertn, adalah spesies yang dulunya sangat berjaya dan digunakan sebagai bahan pengawet mayat oleh orang Mesir kuno.

Pohon ini kini berada di ambang kepunahan, dan Tahura Lae Kombih menjadi benteng terakhir bagi konservasi tanaman ini.

Selain pohon kapur, Tahura Lae Kombih juga merupakan habitat bagi berbagai flora dan fauna langka lainnya.

Pada musim tertentu, Anda bisa menemukan bunga bangkai atau Rafflesia Arnoldi yang mekar di hutan ini.

Burung rangkong, yang juga tergolong spesies langka, dapat ditemukan di sini, menjadikan tempat ini surga bagi para pecinta alam dan fotografer.

Tahura Lae Kombih menawarkan berbagai aktivitas yang menarik. Dari mendaki bukit untuk melihat pohon kapur yang menjulang tinggi hingga menjelajahi air terjun yang memukau, tempat ini cocok untuk berbagai kalangan wisatawan.

Salah satu air terjun yang terkenal di sini adalah Air Terjun Kedabuhan dan Kedabuhan 2.

Air terjun ini memiliki volume air yang cukup deras, menjadikannya lokasi yang sempurna untuk aktivitas rafting yang menantang.

Bagi yang tertarik dengan edukasi dan penelitian, Tahura Lae Kombih juga merupakan tempat yang ideal.

Keanekaragaman flora dan fauna yang ada di sini memberikan kesempatan bagi peneliti dan pelajar untuk mempelajari ekosistem hutan tropis.

Dengan adanya program edukasi yang terintegrasi, Tahura Lae Kombih juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi alam.

Sejarah Tahura Lae Kombih sangat menarik. Dulunya dikenal sebagai hutan kapur Kedabuhan Plasma Nutfah Kapur Singkel, tempat ini merupakan pusat produksi kapur yang terkenal di masanya.

Produksi kapur dari pohon kapur digunakan oleh orang Mesir kuno sebagai bahan pengawet mayat.

Namun, seiring berjalannya waktu, populasi pohon kapur menurun drastis, dan Tahura Lae Kombih menjadi salah satu tempat terakhir yang melindungi spesies ini.

Potensi ekowisata di Tahura Lae Kombih sangat besar. Dengan kriteria konservasi, edukasi, dan keberlanjutan yang terpenuhi, taman hutan ini tidak hanya melestarikan alam tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ekowisata di Tahura Lae Kombih membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja dan mendukung usaha lokal.

Lokasi Tahura Lae Kombih yang strategis, berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, juga menjadikannya mudah diakses bagi wisatawan dari berbagai daerah.

Tempat ini ditandai dengan pos atau tempat parkir kendaraan di seberang jalan, memudahkan pengunjung untuk memulai petualangan mereka di hutan ini.

Sebagai pengakuan atas potensi ekowisata yang luar biasa, Tahura Lae Kombih masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2022 untuk kategori ekowisata.

Tahura Lae Kombih bukan hanya destinasi wisata alam yang menakjubkan, tetapi juga pusat konservasi penting yang melindungi spesies pohon kapur yang langka.

Dengan keindahan alam yang mempesona dan berbagai aktivitas yang menarik, Tahura Lae Kombih menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin menikmati alam sambil belajar tentang pentingnya konservasi.

Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga dan mengembangkan potensi ekowisata di Tahura Lae Kombih, menjadikannya warisan yang berharga untuk generasi mendatang.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: