Headline

Peringatan 19 Tahun Tsunami: Balai Arsip Statis dan Tsunami Ajak Masyarakat ‘WAVE TO LEARN

×

Peringatan 19 Tahun Tsunami: Balai Arsip Statis dan Tsunami Ajak Masyarakat ‘WAVE TO LEARN

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) bersiap untuk menggelar peringatan 19 tahun Tsunami Samudera Hindia pada tanggal 13 Desember 2023.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di Kantor BAST, Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Dalam rangka memperingati peristiwa tragis tersebut, BAST mengusung tema “B19 WAVE TO LEARN: Belajar Tsunami dari Arsip.”

Peristiwa Gempa dan Tsunami Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 menjadi catatan hitam dalam sejarah Aceh dan dunia, menelan ratusan ribu korban jiwa dan merusak infrastruktur serta kehidupan masyarakat.

Sebagai upaya pemulihan, Pemerintah Indonesia membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias (BRR NAD-Nias) pada 2005.

Setelah beroperasi selama kurang lebih 4 tahun, BRR kemudian dibubarkan pada tahun 2009, dan arsip-arsipnya diserahkan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

ANRI membentuk Balai Arsip Tsunami Aceh (BATA), yang kini dikenal sebagai BAST. Arsip Tsunami Samudera Hindia yang dimiliki oleh BAST diakui oleh UNESCO sebagai Memory Of the World (MoW) pada tahun 2017.

Muhammad Ihwan, Kepala BAST, menyatakan bahwa peringatan tahunan ini bukan hanya sebagai kenangan, tetapi juga sebagai pembelajaran yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Dalam rangka meningkatkan akses dan pemanfaatan arsip-arsip Tsunami sebagai sumber pembelajaran dan penelitian, BAST membentuk Pusat Studi Arsip Kebencanaan/Arsip Tsunami pada tahun 2021. Pusat Studi ini diharapkan menjadi rujukan sumber informasi yang autentik dan terpercaya bagi para peneliti.

Ihwan juga mengungkapkan bahwa peringatan kali ini akan diwarnai dengan sejumlah kegiatan, termasuk Focused Group Discussion dan Coffee Morning bersama insan pers.

Selain itu, akan ada kegiatan Diklat Pengelolaan Arsip Pada Perguruan Tinggi, Kegiatan Digitasi Arsip dan Preservasi Arsip Bagi Lembaga maupun Masyarakat, dan Seremonial Peringatan 19 tahun Gempa dan Tsunami Aceh beserta Pameran Arsip Tsunami pada 13 Desember 2023.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran bagi seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan arsip dan menjadikan arsip sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi generasi saat ini dan mendatang,” ujar Ihwan.

Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap arsip, tidak hanya sebagai kumpulan dokumen historis tetapi juga sebagai panduan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam merencanakan tindakan pencegahan, mitigasi, dan respons terhadap bencana alam.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close