InternasionalNews

Abu Ubaida : 33 Kendaraan Militer Israel Dihancurkan dalam 72 Jam

×

Abu Ubaida : 33 Kendaraan Militer Israel Dihancurkan dalam 72 Jam

Sebarkan artikel ini
abu ubaidah

Abu Obeida menyatakan Dalam 72 jam terakhir, perlawanan Palestina telah menghancurkan 33 kendaraan militer.

Habanusantara.net, Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengungkapkan bahwa perlawanan Palestina terus menghadapi pasukan pendudukan Israel, dengan total 355 kendaraan militer Israel menjadi sasaran serangan sejak awal agresi di Gaza.

Abu Obeida menyatakan bahwa kendaraan militer Israel yang diserang melibatkan berbagai tipe, termasuk pengangkut pasukan, tank, dan buldoser. Dalam 72 jam terakhir, perlawanan Palestina telah menghancurkan 33 kendaraan militer dalam serangan mematikan.

Salah satu aksi perlawanan mencakup serangan terhadap delapan tentara pendudukan Israel di sebelah timur Rumah Sakit al-Rantisi di lingkungan Sheikh Radwan. Serangan ini mengakibatkan beberapa luka dan beberapa tentara lainnya tewas.

Abu Obeida juga mengungkapkan bahwa pejuang perlawanan berhasil memasang jebakan di sebuah terowongan yang kemudian diledakkan karena terowongan tersebut dianggap diisi oleh tentara Israel.

Juru bicara militer Brigade al-Qassam menegaskan bahwa penjajah Israel berupaya menyembunyikan kerugian militernya dengan tidak melaporkannya. Dia menekankan bahwa kepemimpinan pendudukan Israel memutuskan untuk menempatkan tentaranya di jantung konflik di Gaza.

Abu Obeida menyimpulkan pernyataannya dengan memberikan penghargaan kepada perlawanan di Yaman dan Irak, serta setiap front yang melawan pendudukan Israel. Dia juga menyampaikan salam kepada perlawanan di Lebanon, yang, menurutnya, terkepung oleh penjajah di front utara.

Sementara itu, konfrontasi dengan kekerasan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Jalur Gaza utara di poros Beit Lahia, dan di wilayah utara Kota Gaza di lingkungan Sheikh Radwan, al-Nasr, dan al-Saftawi. Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa konfrontasi paling intens terjadi di timur Juhr al-Dik, di mana pendudukan Israel berusaha untuk maju di poros barat laut, terutama di Beit Lahia.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close