Sosok

Kisah Inspiratif : Toni Toharudin, dari Kernet Angkot Hingga Jadi Profesor

×

Kisah Inspiratif : Toni Toharudin, dari Kernet Angkot Hingga Jadi Profesor

Sebarkan artikel ini
Prof Toni Toharudin
Prof Toni Toharudin [Foto/Sevima]

Habanusantara.net – Dalam hidup, tak ada yang mustahil bagi mereka yang memiliki tekad dan semangat juang yang tinggi. Hal ini dibuktikan oleh sosok inspiratif bernama Toni Toharudin, seorang mantan kernet angkot yang kini sukses meraih gelar Profesor bidang Ilmu Data Sains di Universitas Padjajaran.

 

Dalam sebuah webinar yang diadakan pada Sabtu pagi, Toni Toharudin menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Lahir di Tasikmalaya pada 1 April 1970, Toni tidak pernah membayangkan bahwa cita-citanya akan tercapai. Namun, dengan semangat juang dan keyakinan yang kuat, ia berhasil meraih gelar Profesor yang akan diresmikan pada bulan Agustus mendatang.

 

Cerita hidup Toni Toharudin dimulai dari masa kecilnya yang sederhana. Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Toni dan keluarganya hidup dengan keterbatasan ekonomi. Namun, kedua orang tuanya selalu mengajarkan pentingnya pendidikan dan mengorbankan segalanya agar anak-anaknya bisa bersekolah.

 

Toni teringat masa SMP-nya,di mana ia menjadi seorang kernet angkot trayek 04 dari Kota Tasikmalaya ke Kecamatan Mangkubumi. Meskipun bekerja sebagai kernet setiap hari setelah pulang sekolah hingga larut malam, Toni tidak pernah melupakan cita-citanya untuk menjadi seorang guru.

 

Setelah lulus SMA pada tahun 1989, Toni memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Namun, keadaan finansial yang sulit membuatnya harus bekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya. Dengan semangat belajar yang tinggi dan berkat izin Tuhan, Toni diterima di Universitas Padjajaran dan berhasil meraih gelar sarjana di bidang Statistika pada tahun 1984.

 

Tidak puas dengan gelar sarjana, Toni terus mengupayakan pendidikan yang lebih tinggi. Selama menjadi dosen di Universitas Padjajaran, ia menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan penelitian dan mengembangkan dirinya. Berkat kerja kerasnya, Toni mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri, yaitu di Belgia dan Belanda, dengan beasiswa pemerintah maupun biaya sendiri.

 

Perjalanan studi di Eropa tidaklah mudah bagi Toni. Ia harus bekerja keras dengan berbagai pekerjaan sampingan, seperti mencuci piring di kantin, mencuci botol di pabrik, bahkan menjadi peserta uji coba obat-obatan. Namun, semua perjuangan dan pengorbanan tersebut tidak sia-sia. Setelah pulang ke Indonesia pada tahun 2010, Toni mulai melihat perubahan dalam hidupnya.

 

Pendidikan yang Toni dapatkan membawa perubahan besar bagi nasibnya. Pada tahun 2013, ia dipercaya menjadi anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN-SM), yang bertugas memastikan mutu pendidikan di ribuan sekolah di Indonesia. Kemudian, pada tahun 2018, Toni bahkan diangkat sebagai kepala badan tersebut.

 

Saat ini, Toni Toharudin tidak hanya dikenal sebagai seorang profesor, tetapi juga sebagai anggota Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal di Pengurus Pusat Muhammadiyah. Perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan telah membentuk karakternya yang gigih, ulet, dan memiliki semangat juang yang tinggi.

 

Dalam akhir ceritanya, Prof. Toni Toharudin memberikan pesan inspiratif kepada para pelajar yang sedang berjuang untuk meraih pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan tidak pernah menyerah dalam menggapai cita-cita. Dengan keyakinan yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh, setiap orang dapat meraih impian mereka.

 

“Mari kita terus percaya, mun keyeng tangtu pareng, yang artinya: berusaha sungguh-sungguh, maka pasti (cita-cita) akan tercapai!” ungkap Prof. Toni Toharudin dengan penuh semangat.

Kisah inspiratif Prof. Toni Toharudinm enjadi bukti bahwa dengan tekad dan semangat juang yang tinggi, setiap orang dapat meraih kesuksesan, meskipun dari latar belakang yang sulit. Semoga kisah hidup Toni Toharudin dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dalam menggapai impian mereka.[is]

 

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Ketua Umum PWI Pusat periode 2023-2028 Hendry Ch Bangun (Foto: Antara)
Headline

Habanusantara.net, – Hendry Ch Bangun dipercayakan sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat untuk periode 2023-2028, ia terpilih dalam Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/9/2023)…

Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil
Nasional

Habanusantara.net– Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, telah melakukan tindakan mulia dengan membantu memulangkan 270 jenazah orang Aceh yang meninggal di perantauan secara gratis. Kegiatan sosial ini telah…

close