Habanusantara.net, Kasus gagal ginjal akut pada anak hebohkan republik ini dalam beberapa hari terkahir, tak terkecuali di bumi serambi mekkah. Ternyata Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh telah mencatat setidaknya 31 kasus telah terjadi di Aceh.
Dari kasus gagal ginjal akut pada anak tersebut, 20 anak Aceh diantaranya meninggal dunia berdasarkan laporan yang dihimpun Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin mulai bulan Juni hingga Oktober 2022.
“Total anak di Aceh yang terkena penyakit gagal ginjal akut itu ada 31 anak. Data tersebut merupakan data yang ada di RSUD Zainoel Abidin,” kata Kepala Dinkes, dr. Hanif kepada wartawan, kamis (20/10/2022) kemarin.
Kadiskesehatan itu menjelaskan, dari 31 kasus tersebut, 20 anak diantaranya meninggal dunia, dan 11 anak masih dalam perawatan dan rekam medis.
“Jadi di Aceh itu kasusnya ada 31 anak, nah yang meninggal ada 20 anak, kemudian 5 anak masih menjalani perawatan, 4 anak hidup dan 2 anak masih dalam rekam medis. Artinya ada lebih dari 50 persen yang meninggal dunia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, penyakit gagal ginjal akut pada anak ini kerap terjadi pada usia anak rentang 0 sampai 2 tahun. “Dari total yang ada itu 20 diantaranya 0 – 2 tahun, sedangkan sisanya bervariasi di angka tiga tahun hingga lima tahun,” ungkap Kadinkes Aceh itu.
dr Hanif juga menyebutkan, Banda Aceh menjadi daerah yang paling banyak menyumbang kasus gagal ginjal akut yaitu 13 anak.
Sisanya, Aceh Tengah 3 anak, Aceh Utara 3 anak, Aceh Besar 1 anak, Bireuen 1 anak, Aceh Selatan 1 anak, Aceh Jaya 1 anak, Lhokseumawe 2 anak, Aceh Barat 1 anak, Bener Meriah 2 anak dan Langsa 1 anak.[Bar]




















