Abuya Amran mengajak semua untuk belajar thariqat selain syariat sebagaimana di daerah lain bagi ummat Islam bahwa mereka mengamalkan thareqat bukan menjelek – jelekan Abdul Karim Al-Jili sebagai shufi besar yang terkenal dibelahan dunia.
“Perbuatan seperti itu membuat akhak kita menjadi jelek, terlihat dunia berbunga – bunga dalam bathin, sementara didalam berbuat hanya terbayang imbalan dari makhuk, berebut harta dan kekuasaan serta pengaruh, bukan karena dengan dasar iman, akhlak dan amal shaleh, yang hanya berpegang pada ketauhidan yang terlepas dari kesyirikan dan kenifakan ( Ma’rifat Tauhid Hakiki ),” ujar Abuya Amran.
Terakhir sebagai catatan, sebut Abuya bahwa Ihsan tidak membalikkan ‘aqidah bahkan mengkokohkan ‘aqidah dalam bathin dan melakukan hukum syara’ dengan iklas tanpa riya dan ‘ujub agar pengamalan diterima oleh Allah SWT, bukan seperti tuduhan yang disuarakan selama ini bahwa jika mengamalkan ihsan dapat meninggalkan syariat, dan menghilangkan ‘aqidah.( **)



















