Kepala Satpol PP dan WH Kota Sabang, Husaini, mengatakan pengawasan di kawasan wisata sebenarnya telah menjadi agenda rutin petugas, bukan hanya dilakukan menjelang musim liburan.
“Selaku pihak yang menegakkan syariat Islam, kami selalu melakukan patroli rutin di kawasan-kawasan wisata,” kata Husaini.
Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan tidak semata-mata untuk mencari dan menindak pelanggaran. Patroli juga menjadi sarana memberikan pemahaman serta mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar menghormati aturan yang berlaku selama berada di Sabang.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP dan WH mengedepankan pendekatan persuasif, terutama terhadap pelanggaran yang tergolong ringan. Petugas terlebih dahulu memberikan teguran, pembinaan, dan arahan langsung kepada pihak yang bersangkutan agar memahami ketentuan yang dilanggar dan tidak mengulanginya.
Pembinaan di tempat dinilai menjadi langkah yang tepat untuk menangani pelanggaran ringan tanpa harus langsung membawa persoalan ke proses hukum.
Namun, pendekatan tersebut tidak berlaku untuk semua jenis pelanggaran. Husaini menegaskan, pelanggaran yang masuk kategori berat tetap diproses sesuai dengan ketentuan hukum syariat Islam yang berlaku.
Dengan demikian, penanganan pelanggaran dibedakan berdasarkan tingkat kesalahannya. Pelanggaran ringan diselesaikan melalui pembinaan, sedangkan pelanggaran berat ditangani melalui mekanisme penegakan hukum.
Husaini menilai, penegakan syariat Islam dan pengembangan sektor pariwisata di Sabang bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan selama wisatawan maupun masyarakat memahami dan menghormati aturan yang berlaku.
Sebagai daerah tujuan wisata, Sabang tetap perlu memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Di sisi lain, ketertiban dan pelaksanaan syariat Islam juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang harus dijaga.
Karena itu, pengawasan di kawasan wisata tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga diarahkan untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu suasana liburan.
Menghadapi potensi peningkatan kunjungan pada akhir tahun, Satpol PP dan WH Sabang berencana memperluas jangkauan patroli, terutama di sejumlah titik wisata yang membutuhkan perhatian lebih.
Meski demikian, perluasan pengawasan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketersediaan personel.
Husaini mengatakan, pelaksanaan patroli harus disesuaikan dengan jumlah petugas yang tersedia agar pengawasan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Penentuan lokasi patroli juga menjadi perhatian, mengingat kawasan wisata merupakan tempat berkumpulnya pengunjung dengan berbagai aktivitas selama masa liburan.
Melalui pengawasan rutin, petugas diharapkan dapat lebih cepat mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah pembinaan apabila menemukan aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Husaini memastikan, hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban di Kota Sabang masih relatif kondusif. Belum ada laporan mengenai pelanggaran menonjol yang menjadi perhatian khusus Satpol PP dan WH.
Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan, terutama ketika aktivitas wisata mulai meningkat menjelang puncak libur akhir tahun.
Menurutnya, keberhasilan pengawasan tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Terjaganya suasana wisata yang tertib, aman, dan kondusif justru menjadi kondisi yang ingin diwujudkan.
Karena itu, patroli rutin dan pembinaan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban di kawasan wisata Sabang.
Di tengah persiapan menyambut wisatawan, keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan penerapan syariat Islam tetap menjadi perhatian. Wisatawan diharapkan dapat menikmati liburan dengan nyaman, sementara aturan dan nilai yang berlaku di tengah masyarakat tetap dihormati.
Melalui pendekatan persuasif terhadap pelanggaran ringan serta penegakan hukum terhadap pelanggaran berat, Satpol PP dan WH Sabang berupaya menjaga ketertiban tanpa mengesampingkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Weh.





