Aset Desa Cot Bada Langkahan Belum Diserahkan, Begini Kata Tuha Peut

Redaksi
A-AA+A++

habanusantara.net – Baru-baru ini dikejutkan Geusyik Cot Bada yang terbaru Abdul Hadi menegaskan secara utuh belum menerima aset desa, seperti kunci Honda dan jenis lainnya.

Dalam penyampaian Geusyik Cot Bada Abdul Hadi kepada Habanusantara Net menjelaskan, ia menjabat sebagai Geusyik terbaru di desanya sejauh ini belum menerima aset desa, dan ia tetap menjalankan program desa masa akan datang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan

” Untuk saat ini belum diterima aset desa bang, sedangkan diketahui jika kepala desa terpilih langsung serahterima segala benda apapun termasuk aset didesa,namun kini belum tersentuh untuk kita, ujar nya Abdul Hadi kepada Habanusantara Net Kamis 24 September 2026.

Abdul Hadi menegaskan, ia menjelaskan kepala desa (Geusyik) baru-baru ini fasilitas Gampong belum ia kantongi meskipun itu ada di desa lain, akan tetapi ia tetap menjalankan amanah untuk akan datang, jika diserahkan kepada nya maka tetap diterima sebagai kewajiban kepala desa.

” Meskipun begitu kita tetap menjalankan amanah untuk akan datang, kemungkinan jika diserahkan tetap diterima untuk kebutuhan dan kelancaran operasional maupun kemajuan desa cot bada tentunya, paparnya

Sementara itu Tuha Peut Cot Bada Mansyur dikonfirmasi Habanusantara Net melalui sambungan telepon genggam menyebut, dalam waktu dekat ini akan diserahkan aset yang lama kepada geusyik yang baru menjabat, kemarin hanya beberapa kendala terjadi dan kemungkinan menunggu hasil panen padi

” nantinya akan kita lakukan pemberian aset desa untuk geusyik yang baru, namun ia menjalankan tugas berdasarkan hasil keputusan rapat di menasah usai panen padi akan diserahkan terima aset yang lama kepada geusyik baru,dan ini bentuk komitmen Aparatur desa cot bada, Ungkapnya.

Informasi diterima dari masyarakat,, kendala di lapangan masih belum tercukupi untuk kebutuhan Geusyik Cot Bada yang baru, mulai dari alat kerja (Laptop) , Penghasilan BUMG ,dan jenis peralatan lainnya sehingga Geusyik baru melakukan pekerjaan seperti seorang warga biasa.[Mnw]