habanusantara.net – Tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah anemia, terutama pada remaja putri dan ibu hamil yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM., mengatakan remaja putri dianjurkan mengonsumsi TTD satu kali dalam seminggu sebagai langkah pencegahan anemia.
Menurutnya, kebutuhan tersebut menjadi perhatian terutama saat remaja putri mengalami menstruasi. Jika asupan zat besi dari makanan tidak mencukupi, risiko anemia dapat meningkat.
Baca juga : 9,22 Persen Remaja Putri Banda Aceh Anemia, Ini Cara Mencegahnya
“Untuk pencegahan, remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah satu kali seminggu. Kalau sudah terindikasi anemia, konsumsinya setiap hari atau sesuai anjuran dokter,” kata Nurjannah, Kamis (24/9/2026).
Untuk mendukung pencegahan anemia pada remaja, Dinkes Banda Aceh secara rutin menyediakan dan menyalurkan TTD ke SMP dan SMA melalui tenaga kesehatan di puskesmas.
Selain pemberian TTD, petugas kesehatan juga melakukan skrining anemia untuk menemukan remaja yang mengalami anemia sehingga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut. Edukasi mengenai pencegahan anemia juga diberikan kepada para remaja.
Sementara pada ibu hamil, kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan sehingga risiko anemia juga perlu diantisipasi. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap hari selama 180 hari selama kehamilan.
Dinkes Banda Aceh menyediakan TTD bagi ibu hamil melalui puskesmas. Petugas juga melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan memberikan intervensi jika ditemukan kondisi anemia.
Edukasi kepada ibu hamil dilakukan melalui posyandu maupun kelas ibu hamil agar mereka memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan anemia selama kehamilan.
Baca juga : Dinkes Lakukan Medical Check Up dan Edukasi Kesehatan Para Finalis Agam Inong
Sementara untuk anak-anak, upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi gizi seimbang di sekolah yang diberikan tenaga kesehatan puskesmas. Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di sekolah juga menjadi bagian dari edukasi tersebut.
Nurjannah mengingatkan, pencegahan anemia tidak hanya bergantung pada TTD. Remaja putri, ibu hamil dan anak-anak tetap perlu memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan yang beragam dan bergizi seimbang.
“Remaja putri perlu minum tablet tambah darah seminggu sekali, sedangkan ibu hamil setiap hari selama 180 hari. Selain itu, konsumsi makanan bergizi dan jajanan yang kaya protein serta zat besi juga penting,” ujarnya.
Bagi remaja yang sudah terdeteksi mengalami anemia, ia meminta agar mengikuti penanganan yang diberikan petugas kesehatan di puskesmas sesuai kondisi masing-masing.[***]





