Habanusantara.net — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh melakukan medical check up terhadap Top 10 Finalis Agam Inong Banda Aceh 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju tahapan selanjutnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para finalis juga mengikuti edukasi kesehatan seksual, HIV/IMS, serta materi mengenai LGBT yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banda Aceh, drg Supriady R, M.Kes, mengatakan pemeriksaan dan edukasi kesehatan diberikan untuk meningkatkan pemahaman para finalis mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta mengenali kondisi diri.
Dalam kegiatan itu, para finalis mendapatkan materi mengenai kesehatan seksual dan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengetahuan mengenai pencegahan dan deteksi dini penyakit.
Dalam sesi edukasi tersebut, para finalis juga diberikan pemahaman mengenai LGBT dan termasuk ciri-cirinya “10 Ciri Pria Gay”, dengan sejumlah poin yang dipaparkan, antara lain perilaku seksual dengan sesama jenis, senang berdandan, memberikan perhatian lebih kepada sesama jenis, gestur dan sikap, pandai berbicara, selalu ingin tampil wangi, hingga gaya berjalan.
Meski demikian, ciri fisik, cara berpakaian, gaya berjalan, gestur, atau kebiasaan tertentu tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan orientasi seksual seseorang. Orientasi seksual tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan penampilan atau perilaku yang tampak dari luar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan terhadap para finalis. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan Dinkes Kota Banda Aceh sebagai bagian dari persiapan mengikuti rangkaian Agam Inong Banda Aceh 2026.
Supriady mengatakan pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk membantu peserta mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sekaligus mendorong kebiasaan melakukan deteksi dini.
Menurutnya, edukasi kesehatan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan. Generasi muda perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan seksual, penyakit menular, serta cara menjaga kesehatan diri.
Melalui kegiatan tersebut, para finalis diharapkan tidak hanya siap mengikuti tahapan kompetisi, tetapi juga memiliki kesadaran lebih baik terhadap kesehatan dan pola hidup yang bertanggung jawab.
Dinkes Banda Aceh terus mendorong kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan di berbagai kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran, memperkuat deteksi dini, serta mengurangi stigma terhadap penyakit maupun kelompok yang berkaitan dengan isu kesehatan tertentu.[***]





