Habanusantara.net – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Banda Aceh mengakomodir pengadaan mobil pelayanan kesehatan hewan keliling dalam anggaran Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DP2KP) tahun anggaran 2027.
Menurut Ismawardi, keberadaan kendaraan pelayanan kesehatan hewan keliling dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit yang dapat menyerang hewan peliharaan maupun ternak.
Salah satu perhatian utama, kata dia, adalah pencegahan penyebaran rabies yang berpotensi menyerang hewan seperti anjing, kucing dan hewan peliharaan lainnya.
“Mobil pelayanan kesehatan hewan keliling ini sangat dibutuhkan. Selain untuk mencegah penyebaran rabies pada hewan peliharaan, juga dapat mendukung pelayanan kesehatan ternak masyarakat,” ujar Ismawardi.
Ia menilai pelayanan kesehatan hewan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas yang tersedia di satu lokasi. Dengan kendaraan operasional khusus, petugas dapat mendatangi langsung kawasan permukiman maupun lokasi peternakan yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan hewan.
Menurutnya, langkah tersebut juga penting untuk mengantisipasi munculnya penyakit ternak yang dapat berdampak terhadap produktivitas dan ekonomi peternak.
“Peternak membutuhkan pelayanan yang cepat ketika ada ternak yang sakit atau ditemukan gejala penyakit. Dengan adanya kendaraan keliling, petugas bisa lebih mudah turun langsung ke lapangan,” katanya.
Ismawardi berharap usulan tersebut menjadi perhatian TAPK dalam pembahasan anggaran tahun 2027. Ia menilai pengadaan kendaraan tersebut bukan sekadar penambahan aset pemerintah, tetapi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik di bidang kesehatan hewan.
Ia juga mendorong Dinas DP2KP menyusun kebutuhan operasional secara matang, termasuk spesifikasi kendaraan dan perlengkapan medis yang diperlukan agar mobil pelayanan tersebut nantinya benar-benar dapat digunakan secara optimal.
“Harapannya, pelayanan kesehatan hewan bisa lebih maksimal dan masyarakat, khususnya peternak, mendapatkan pelayanan yang lebih cepat ketika membutuhkan penanganan,” ujar Ismawardi.[]





