Habanusantara.net – Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) di Kota Banda Aceh dijadwalkan kembali berlangsung pada 2027. Sebanyak 22 gampong diperkirakan akan melaksanakan proses pemilihan keuchik secara langsung di tahun depan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, terutama terkait kesiapan anggaran pelaksanaan Pilchiksung yang nantinya berada dalam koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh.
Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Tim Anggaran Pemerintah Kota (TAPK) Banda Aceh sejak awal mengakomodir kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilchiksung 2027.
Menurutnya, penganggaran perlu dipersiapkan secara matang agar tahapan pemilihan keuchik di 22 gampong tersebut dapat berjalan lancar tanpa terkendala persoalan pembiayaan.
“Karena tahun depan ada 20 gampong yang akan melaksanakan Pilchiksung, maka anggarannya harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata Ismawardi.
Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran tersebut perlu dimasukkan dalam perencanaan anggaran pada DPMG Kota Banda Aceh. Dengan demikian, pelaksanaan setiap tahapan Pilchiksung dapat dipersiapkan sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Ismawardi juga meminta TAPK tidak mengabaikan kebutuhan tersebut ketika melakukan pembahasan dan penyusunan anggaran daerah untuk tahun 2027.
Menurutnya, Pilchiksung merupakan agenda penting dalam tata kelola pemerintahan gampong. Karena itu, dukungan anggaran menjadi salah satu aspek yang harus dipastikan sejak tahap perencanaan.
“Jangan sampai ketika tahapan sudah berjalan, baru kemudian muncul persoalan anggaran. Ini harus diantisipasi dari awal,” ujarnya.
Ia berharap DPMG dapat segera menghitung kebutuhan anggaran secara rinci untuk pelaksanaan Pilchiksung di 22 gampong. Perhitungan tersebut kemudian menjadi bahan bagi TAPK dalam mengakomodirnya pada pembahasan anggaran 2027.
Dengan persiapan yang lebih awal, kata Ismawardi, pemerintah kota dapat memastikan seluruh tahapan Pilchiksung berlangsung tertib, transparan, dan sesuai aturan.
Selain persoalan anggaran, ia juga mendorong agar persiapan teknis dilakukan secara bertahap sehingga pemerintah gampong memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilihan keuchik di masing-masing wilayah.
“Intinya, kita ingin pelaksanaan Pilchiksung tahun depan sudah dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi anggaran maupun teknisnya,” demikian Ismawardi.[*]





