Habanusantara.net– Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang melanda Kabupaten Aceh Besar selama tiga hari terakhir, mengakibatkan tujuh unit rumah dan satu unit ruko mengalami kerusakan, serta memicu delapan kejadian pohon tumbang di sejumlah titik. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil atau yang akrab disapa RJ, mengatakan petugas terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Besar.
“BPBD Aceh Besar terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak cuaca ekstrem agar setiap kejadian dapat segera ditangani dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” kata RJ.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Besar, bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 4 hingga 6 Agustus 2026 tersebar di delapan kecamatan, yakni Indrapuri, Lhoong, Baitussalam, Peukan Bada, Darul Imarah, Sukamakmur, Ingin Jaya, dan Krueng Barona Jaya.
Selain merusak rumah dan ruko warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan, termasuk jalan nasional Banda Aceh–Medan, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
RJ menjelaskan, personel BPBD bersama Damkar Aceh Besar langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk membersihkan pohon tumbang menggunakan peralatan pemotong kayu. Pendataan terhadap bangunan yang rusak juga dilakukan sebagai dasar penanganan lanjutan.
Hingga laporan diperbarui pada Kamis (6/8/2026) pukul 16.00 WIB, BPBD mencatat total terdapat 16 kejadian di 14 gampong. Rinciannya meliputi tujuh rumah rusak ringan, satu ruko rusak ringan, serta delapan titik pohon tumbang akibat angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan disertai angin kencang, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun melintas di kawasan yang banyak ditumbuhi pepohonan besar. Petugas juga terus bersiaga untuk merespons laporan masyarakat apabila terjadi bencana susulan.[is]





