Komdigi Tinjau Gedung BAA, Kembangkan Talenta Digital di Banda Aceh

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melirik Gedung Banda Aceh Akademi (BAA) sebagai lokasi pengembangan talenta digital, startup, dan penguatan ekosistem UMKM berbasis teknologi di Kota Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Farhan, Tim Pengampu Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Komdigi usai meninjau langsung Gedung BAA, Selasa (9/6/2026).

Peninjauan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Drs Fahmi dsn
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir.

Farhan menilai Gedung Banda Aceh Akademi memiliki kapasitas yang cukup memadai untuk mendukung pengembangan ekosistem digital di ibu kota Provinsi Aceh.

Selain bangunan yang luas, banyak ruang dinilai dapat dimanfaatkan untuk berbagai program pengembangan talenta digital.

“Gedungnya sangat bagus, besar, dan memiliki banyak space yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan talenta di Banda Aceh, termasuk startup, UMKM, dan potensi lainnya,” ujar Farhan kepada media usai meninjau lokasi.

Menurutnya, Gedung BAA dinilai potensial untuk mendukung aktivasi Garuda Spark Innovation Hub di Banda Aceh.

Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Banda Aceh agar pengembangannya berjalan optimal.

Komdigi berencana membuka kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Banda Aceh Akademi untuk memperkuat pengembangan talenta digital dan startup lokal. Program GSIH nantinya juga diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM berbasis digital di daerah.

“Fokus kami pada ekosistem digital di Banda Aceh untuk dikembangkan, mulai dari talenta digital, startup digital hingga UMKM,” katanya.

Rencana renovasi sejumlah ruangan yang akan digunakan untuk operasional GSIH diperkirakan dilakukan pada semester kedua tahun ini. Saat ini, Komdigi masih menyelesaikan pengembangan GSIH di Malang dan BSD Tangerang sebelum fokus diarahkan ke Banda Aceh.

Tim GSIH juga melihat Banda Aceh memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan ekonomi digital. Komunitas digital dinilai aktif dan perkembangan startup lokal mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

Selain itu, Komdigi berencana menjalin komunikasi lebih intensif dengan komunitas digital di Banda Aceh untuk memetakan kebutuhan pengembangan ekosistem yang sesuai dengan karakteristik daerah.

“Kami ingin mengetahui lebih nyata seperti apa ekosistem digital di Banda Aceh, sehingga pengembangannya nanti bisa disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut positif rencana pengembangan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) di Gedung Banda Aceh Akademi.

Menurutnya, kehadiran program tersebut dapat menjadi penguat bagi pengembangan sumber daya manusia berbasis digital di Banda Aceh.

Ia menyebut selama ini Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong tumbuhnya ekosistem digital melalui berbagai program pelatihan, penguatan komunitas teknologi, hingga dukungan terhadap startup dan pelaku UMKM yang mulai bertransformasi ke platform digital.

“Kita melihat ini sebagai peluang besar untuk memperkuat talenta digital di Banda Aceh. Apalagi komunitas digital di Banda Aceh cukup aktif dan punya potensi berkembang lebih besar jika didukung fasilitas, pembinaan, dan kolaborasi dengan pemerintah pusat,” kata Zubir.

Menurutnya, Gedung Banda Aceh Akademi memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai pusat aktivitas pengembangan inovasi digital. Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh siap membangun kolaborasi dengan Komdigi agar pemanfaatan gedung tersebut dapat berjalan maksimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia berharap rencana pengembangan GSIH di Banda Aceh tidak hanya menjadi pusat pelatihan digital, tetapi juga mampu melahirkan startup baru, memperkuat kapasitas UMKM, serta membuka peluang ekonomi berbasis teknologi bagi generasi muda di Banda Aceh.[is]