Habanusantara.net – Pantai Sumur Tiga di Desa Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, menjadi salah satu pesona utama yang langsung menyapa wisatawan saat tiba di Sabang. Hanya berjarak sekitar 16 menit dari Pelabuhan Balohan, pantai ini menjadi destinasi pesisir pertama yang memberikan kesan mendalam melalui hamparan pasir putih, debur ombak yang lembut, dan warna air laut bergradasi dari biru muda hingga biru tua yang begitu jernih.
Setibanya di kawasan pantai, suasana damai langsung terasa. Deretan pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang bibir pantai bergoyang diterpa angin laut, menghadirkan nuansa tropis yang begitu khas. Ombak yang pecah pelan di pasir putih menciptakan ritme alami yang menenangkan, membuat siapapun yang datang larut dalam keteduhan suasana.
Kontur pantainya yang landai serta garis pantai yang panjang menjadikan Sumur Tiga sebagai lokasi ideal untuk berbagai aktivitas santai. Banyak pengunjung memilih berjalan menyusuri pantai sambil merasakan pasir halus di bawah kaki, sementara sebagian lain menikmati duduk bersandar di tepi pantai untuk sekadar melepas lelah sambil memandang laut yang seolah tak berujung.
Di sepanjang area pesisir ini, terdapat satu titik favorit wisatawan, yakni daerah di sekitar Freddies Santai Sumur Tiga—sebuah penginapan yang cukup populer, terutama di kalangan wisatawan mancanegara. Dari area ini, panorama pantai terlihat semakin dramatis karena posisinya yang berada di ketinggian. Kombinasi tebing landai, pepohonan hijau, dan lautan biru menghasilkan pemandangan yang tak hanya indah, tetapi juga terasa sangat hidup.
Salah satu keunikan Sumur Tiga yang makin memikat adalah keberadaan jembatan kayu berwarna coklat yang membentang di sisi pantai. Meskipun sederhana, jembatan ini menjadi ikon tak terpisahkan dari kawasan tersebut. Berdiri di atasnya, pengunjung dapat melihat langsung kejernihan air laut Sabang yang terkenal. Pada cuaca cerah, warna air bergerak dalam gradasi cantik mulai dari biru muda, toska, hingga biru tua, menyerupai sapuan cat pada kanvas.
Tak mengherankan jika jembatan kayu ini selalu ramai didatangi pengunjung dari pagi hingga sore. Banyak yang menjadikannya sebagai tempat berfoto, duduk menatap laut, atau sekadar merasakan kesejukan angin sambil mendengarkan suara ombak.
Ketika sore tiba, area ini berubah menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam. Cahaya keemasan dari matahari yang condong ke barat memantul di permukaan laut, menciptakan pemandangan magis yang membuat siapapun enggan beranjak.

Pantai Sumur Tiga bukan hanya unggul karena pemandangan alamnya, tetapi juga suasananya yang tenang dan bersih. Inilah yang membuat banyak wisatawan menjadikannya sebagai destinasi wajib setiap kali berkunjung ke Sabang.
Rahma, salah seorang pengunjung, mengaku selalu menjadikan Sumur Tiga sebagai destinasi pertama ketika berada di Pulau Weh.
“Setiap datang ke Sabang, saya pasti ke sini. Lautnya menenangkan sekali, rasanya seperti semua beban hilang begitu saja,” tuturnya. Ia menilai pantai ini memiliki atmosfer berbeda—tenang, namun tetap terasa hidup dengan keberadaan ombak, angin, dan suara alam yang berpadu harmonis.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama, kawasan Sumur Tiga dilengkapi dengan sejumlah penginapan yang berada dekat dengan garis pantai. Freddies menjadi yang paling terkenal karena letaknya yang langsung menghadap laut, menawarkan pengalaman menginap dengan pemandangan terbuka dan suara ombak yang terdengar jelas dari pagi hingga malam.
Banyak wisatawan menyebut pengalaman bermalam di sekitar pantai ini sebagai momen yang tak terlupakan. Dari balkon kamar, hamparan laut biru terlihat jelas, dan hembusan angin laut menjadi teman setia sepanjang hari.
Selain bersantai, pengunjung dapat melakukan beberapa aktivitas ringan. Berenang menjadi pilihan utama karena kondisi ombaknya relatif tenang. Ada pula titik snorkeling dengan terumbu karang dangkal serta ikan-ikan kecil yang membuat pengalaman berenang semakin menyenangkan. Garis pantainya yang panjang memberikan ruang bebas untuk berjalan kaki, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati panorama pesisir.
Beberapa bagian pantai memiliki pasir putih sangat halus, sementara bagian lain menampilkan gugusan bebatuan dan karang yang memperkaya tampilan lanskap. Keanekaragaman kontur inilah yang membuat Sumur Tiga terasa lengkap dan berbeda dibandingkan pantai-pantai lainnya di Sabang.
Akses yang mudah dari Pelabuhan Balohan menjadikan pantai ini destinasi pertama bagi turis yang baru tiba. Sebelum menjelajah ke Iboih, Tugu Nol Kilometer, atau Gua Sarang, banyak wisatawan memilih singgah di Sumur Tiga untuk menikmati angin laut dan melepas lelah setelah perjalanan laut. Bahkan sebelum meninggalkan Sabang, pantai ini kerap menjadi tempat perpisahan terakhir dengan keindahan pulau.
Sumur Tiga bukan sekadar pantai. Ia adalah pengalaman emosional yang hadir melalui suara ombak, kesejukan angin, dan perpaduan warna alam yang menenteramkan. Tak heran jika banyak pengunjung seperti Rahma yang selalu kembali, bukan hanya untuk melihat laut biru, tetapi untuk merasakan kembali kedamaian yang hanya pantai ini mampu berikan.




















