Habanusantara.net – RSUD Meuraxa Banda Aceh terus berbenah. Rumah sakit kebanggaan warga Banda Aceh ini resmi membuka Ruang Inap Al Huda dan Instalasi Bedah Sentral baru. Peresmian ini mendapat apresiasi penuh dari Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi MPd, yang berharap ke depan RSUD Meuraxa bisa naik kelas menjadi RS Regional di Aceh.
Peresmian gedung baru yang berlangsung Kamis (10/4/2025) ini dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Irwansyah ST, jajaran DPRK Banda Aceh, Forkopimda, hingga para kepala SKPK.
Musriadi menyebutkan, penambahan ruang rawat inap ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, inisiatif Pemerintah Kota Banda Aceh melalui RSUD Meuraxa patut diapresiasi karena memberi dampak nyata dalam memperbaiki pelayanan dasar di bidang kesehatan.
“Tentu kita mengapresiasi pemerintah kota yang telah berinisiatif membangun ruang inap baru di RSUD Meuraxa. Ini sebuah langkah maju untuk mempercepat pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar politisi PAN ini.
Musriadi menilai, kehadiran ruang rawat inap Al Huda bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga meningkatkan efisiensi layanan. Dengan ruang baru, masyarakat yang membutuhkan perawatan medis bisa ditangani lebih cepat dan nyaman.
“Ruang rawat inap ini bagian dari pelayanan kesehatan yang efektif, cepat, dan bermutu. Kita berharap RSUD Meuraxa bisa terus berkembang dan berinovasi,” tegasnya.
RSUD Meuraxa saat ini telah menyandang status rumah sakit bersyariah, berakreditasi paripurna, dan rumah sakit pendidikan. Musriadi berharap capaian ini bisa terus diperkuat agar ke depan RSUD Meuraxa bisa naik kelas menjadi RS Regional yang dapat melayani masyarakat lebih luas di Aceh.
“Kita semua bersyukur RSUD Meuraxa sudah menjadi rumah sakit bersyariah, terakreditasi paripurna, dan rumah sakit pendidikan. Ini harus jadi fondasi menuju RS Regional. Semoga semua indikator terpenuhi,” harap Musriadi.
Tak hanya soal fasilitas fisik, Musriadi juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul dan terpercaya.
“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar. Kita ingin semua pihak mendukung agar RSUD Meuraxa bisa menjadi rumah sakit yang lebih maju, pelayanan cepat, dan masyarakat puas,” tambahnya.
Peresmian ruang rawat inap baru ini juga sejalan dengan visi “Banda Aceh Kota Kolaborasi” yang diusung Wali Kota Illiza dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan pelayanan dasar seperti perumahan, kesehatan, infrastruktur, hingga sosial kemasyarakatan.
Dengan kehadiran ruang Al Huda dan berbagai fasilitas pendukung lainnya, RSUD Meuraxa diharapkan bisa menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Banda Aceh yang semakin kompleks dan beragam.
Musriadi menegaskan, DPRK Banda Aceh akan terus mendukung setiap langkah pemerintah kota dalam upaya memperbaiki pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Ia juga berharap RSUD Meuraxa dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lainnya di Aceh dalam mewujudkan pelayanan yang modern, islami, dan berkualitas.
“Kami dari DPRK selalu siap mendukung. Ini demi kesehatan warga dan masa depan Banda Aceh yang lebih baik,” tutup Musriadi.[***]



















