Haba Nusantara.net– Dalam agenda Reses ke-2 masa persidangan ketiga tahun 2025, Anggota DPRK Banda Aceh dari Dapil 5, Tgk Tarnuman, menyerap berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Meuraxa dan Kutaraja.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Meuraxa, Kamis (19/6/2025), ini dihadiri para keuchik, ketua tuha peut, tokoh agama, tokoh pemuda, pengurus BKM Masjid dan Menasah, serta warga dari sejumlah gampong di Meuraxa.
Reses tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Tgk Tarnuman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRK Banda Aceh membuka pertemuan dengan mengajak untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun Kecamatan Meuraxa, terlebih sebagai wilayah strategis yang memiliki potensi wisata unggulan.

Dalam sambutannya, Camat Meuraxa, Mustafa, S.Sos, turut mengajak para keuchik dan elemen masyarakat untuk memanfaatkan momentum reses sebagai wadah menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.
Berbagai keluhan dan harapan masyarakat mencuat dalam pertemuan tersebut. Salah satu masalah utama yang disampaikan adalah kondisi lampu taman dan lampu jalan yang padam di sejumlah titik vital di Meuraxa, terutama di jalur utama dan lokasi-lokasi wisata.
Warga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh agar segera melakukan perbaikan guna menghindari potensi tindakan kriminal dan menjaga kenyamanan pengunjung serta estetika kawasan wisata.
Tak hanya soal pencahayaan jalan, masalah air bersih yang sering macet juga menjadi sorotan warga.
Banyak warga mengeluhkan ketidaklancaran distribusi air bersih yang sudah berlangsung cukup lama, terutama di jam-jam krusial.
Selain itu, masyarakat juga menyuarakan persoalan sampah yang menumpuk akibat keterlambatan pengangkutan.
“Katanya banyak truk pengangkut yang rusak. Kami minta ini segera ditangani karena sampah yang menumpuk sangat mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Persoalan lain yang turut mencuat adalah semrawutnya kabel-kabel jaringan internet rumah yang menggantung di sepanjang jalan dan perumahan warga.
Warga berharap adanya regulasi atau penertiban dari dinas terkait demi menjaga keindahan dan keselamatan lingkungan kota.
Tak kalah penting, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait proses pemerintahan di tingkat gampong yang dinilai mandek. Salah satu kasus disampaikan oleh panitia pemilihan Tuha Peut Gampong Deah Geulumpang.
Mereka menuturkan bahwa hasil pemilihan Tuha Peut yang sudah dilaksanakan secara demokratis pada 23 Maret 2025 lalu namun belum kunjung diterbitkan SK oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.
Menanggapi hal itu, Camat Meuraxa menyatakan bahwa seluruh dokumen administrasi telah disampaikan ke DPMG Kota Banda Aceh, dan proses pemilihan telah dilakukan secara terbuka dan sah berdasarkan aturan yang berlaku.
Tgk Tarnuman dalam penutupannya menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang masuk akan dikawal dan diteruskan kepada pihak eksekutif.
“Sebagai wakil rakyat dari Dapil 5, saya berkomitmen untuk memperjuangkan setiap keluhan dan harapan masyarakat agar mendapat respon dan solusi dari Pemerintah Kota Banda Aceh,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Meuraxa untuk tetap mendukung program-program pembangunan yang dicanangkan Wali Kota Banda Aceh demi kemajuan kota dan kesejahteraan bersama.[***]





