Dalam kunjungan tersebut, Dekti didampingi Sekretaris DPRK Aceh Barat (Sekwan), Fitriana, S.E. Kehadiran keduanya sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan dukungan moral kepada korban yang masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami peristiwa traumatis.
Dekti mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Dafa. Ia menyayangkan seorang anak yang masih di bawah umur harus mengalami dugaan tindakan kekerasan yang disebut berlangsung selama kurang lebih dua jam.
Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan tidak ada lagi anak-anak di Aceh Barat yang menjadi korban perundungan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
Di hadapan Dafa, Dekti memberikan motivasi agar korban tetap kuat menghadapi cobaan yang dialaminya. Ia juga mengingatkan Dafa untuk tidak meninggalkan salat dan mengaji serta kembali melanjutkan pendidikan setelah kondisi fisik dan psikologisnya pulih.
Dekti memahami bahwa peristiwa tersebut meninggalkan trauma bagi korban. Bahkan, Dafa disebut sempat mengungkapkan keinginan untuk pindah sekolah karena merasa malu setelah video kekerasan yang dialaminya tersebar luas di media sosial.





