Jangan Menutup Sekolah, tetapi Menghidupkannya
Munzir menegaskan, pemerataan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pembahasan jumlah siswa. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap sekolah diberi ruang untuk berkembang.
“Kalau kita berbicara tentang Pancasila, jangan hanya dalam konteks upacara dan hafalan. Nilai Pancasila harus hadir dalam kebijakan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Banda Aceh untuk memperkuat kolaborasi.
“Tujuan kita bukanlah menyarankan kepada pemerintah kota untuk menutup sekolah yang sepi, tetapi menghidupkan dan menguatkannya. Sekolah yang tumbuh di setiap wilayah akan menjadi bagian penting dari pemerataan pendidikan di Kota Banda Aceh,” tegas Munzir.
Dengan pendekatan tersebut, sekolah di wilayah yang selama ini memiliki jumlah peserta didik lebih rendah tetap dapat dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.




