Belum Diserahterimakan, Jalan Rabat Beton di Baktiya Sudah Retak

Redaksi
Kondisi jalan rabat beton yang retak dalam proyek rehabilitasi dan penyehatan kawasan lingkungan permukiman terdampak bencana di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Foto diambil Tanggal 17 Oktober 2026 [Foto/Mnw]
A-AA+A++

Habanusanara.net, Kondisi jalan rabat beton dalam proyek rehabilitasi dan penyehatan kawasan lingkungan permukiman terdampak bencana di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, menjadi sorotan setelah ditemukan keretakan pada badan jalan. Padahal, pekerjaan tersebut disebut belum diserahterimakan kepada desa penerima manfaat.

Pekerjaan Revilitasi Penyehatan Kawasan Lingkungan Permukiman Terdampak bencana di kecamatan baktiya itu menelan Anggaran Rp. 1.859.646.000 (DAU TKD Aceh) dari APBA 2026.

Ironisnya proyek tersebut pemerintah memberikan untuk masyarakat terdampak melalui dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Aceh perihal swakelola sebagai perencana CV. Perfecta Indokreasi yang dilaksanakan oleh Yayasan Darah Untuk Aceh terdampak

Namun, kondisi fisik pekerjaan yang retak sebelum digunakan justru menimbulkan tanda tanya besar soal mutu pekerjaan dan pengawasan dari pihak terkait.

Selain itu, di papan proyek yang terpasang di lokasi, informasi teknis penting seperti ketebalan rabat beton tidak dicantumkan, yang menambah keraguan masyarakat terhadap transparansi dan kualitas pelaksanaan proyek.

Dikonfirmasi Geusyik Alue Bilie Geulumpang Kecamatan Baktiya Bakhtiar menyebutkan, pekerjaan tersebut mengalami keretakan badan jalan dirinya hanya penerimaan manfaat dan menjalankan sebagai pengawasan para pekerja,

” Nyan Juet langsong kordinasi Musliadi, Tanyoe Cuma Penerima Manfaat Dan Mengawasi Pekerja Sagai, (Koordinasi langsung sama koordinator saja, kita hanya penerima manfaat dan mengawasi pekerja – Red)”, ujarnya Geusyik Sabtu, 17 Oktober 2026.

Geusyik Alu Bilie Geulumpang menerangkan bahwa proyek rabat beton dari desa Alue Bilie Geulumpang hingga ke Alue Bilie Rayeuk dan belum tanda-tanda serahterima untuk desa, disebabkan masih lanjutan ke desa lain,

” Golom …..Mantong lanjutan arah U Alue Bili Rayek,’ (Belum’ Masih lanjutan ke desa Alue Bilie Rayeuk-red), ” ucapnya singkat

Terpisah itu, Upaya konfirmasi belum direspon oleh Koordinator pengawas Musliadi terkait beberapa hal diajukan pertanyaan wartawan Habanusantara Net terkait keretakan badan jalan, serahterima pekerjaan dan masa pemeliharaan.

Media ini membuka ruang bagi instansi pemerintah dan sejumlah pihak yang merugikan, masyarakat minta pemerintah agar proyek tersebut menjadi perhatian utama untuk meningkatkan kualitas bangunan terbaik.[Mnw]