Dek Fadh juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga dengan berkah Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa para Ulama, Aceh semakin aman, damai, maju dan sejahtera. Ulama dan Umara harus seiring sejalan dalam membangun, untuk mewujudkan Aceh yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dan semoga kelak kita semua mendapat syafaat Rasulullah SAW,” ujar Dek Fadh.
Sejumlah ulama kharismatik Aceh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pimpinan Dayah Bustanul Huda Abu H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi), Abi H. Muhammad Ja’far (Abi Lueng Angen), Waled H. Nuruzzahri (Waled NU), Tgk. H. Baihaqi (Baba Di Panton), Abah H. Zainuddin (Abah Di Sarah Teube), Abi H. Muhammad Sufi (Abi Di Paloh Gadeng), Abi Zainuddin Bayu, Abu H. Yaziz Al-Yusufi (Abu Yaziz Al-Yusufi Abdya), Ketua MPU Aceh Utara H. Abdul Manan (Abu Di Blang Jrun), Abu di Julok, serta para ulama lainnya.
Turut hadir Anggota DPD RI Azhari Cage, S.IP., Kepala Pembinaan Mental Sejarah Kodam Iskandar Muda (Kabintaldam IM) Kolonel Arm Arief Darmawan, S.Sos., M.M., yang mewakili Pangdam IM, Wakil Bupati Aceh Timur Teuku Zainal Abidin, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, S.E., M.M., Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., serta para Abu, Waled, Abi, Tgk, pimpinan dayah dan tokoh masyarakat.





