Dek Fadh mengatakan, keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan generasi Qurani di Aceh. Menurutnya, tradisi keilmuan dan pendidikan Islam yang selama ini tumbuh kuat melalui dayah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an harus terus diperkuat.
“Mudah-mudahan prestasi ini menjadi awal yang baik. Kita ingin pembinaan Al-Qur’an di Aceh semakin kuat, sehingga ke depan semakin banyak anak-anak Aceh yang mampu berprestasi dan sekaligus menjadi generasi yang berakhlak serta mencintai Al-Qur’an,” kata Dek Fadh.
Terkait Muzakarah Ulama Aceh ke-15, Dek Fadh menyampaikan bahwa forum tersebut memiliki arti penting bagi Aceh. Melalui muzakarah, para ulama dapat terus memberikan pandangan, nasihat dan masukan bagi masyarakat maupun pemerintah, sehingga pembangunan Aceh tetap berjalan dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan kearifan lokal.
“Pemerintah Aceh sangat menghormati dan membutuhkan nasihat para ulama. Kita berharap silaturahmi seperti ini terus terjaga, sehingga pemerintah dan ulama dapat berjalan bersama dalam membangun Aceh serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Dek Fadh.





