Plt Sekda Aceh Lepas 81 Anggota Kafilah Menuju MTQN ke-31

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net — Sebanyak 58 peserta Kafilah Aceh dilepas untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Aceh menargetkan para peserta tampil maksimal dan membawa nama baik daerah.

Pelepasan kafilah dilakukan Plt Sekda Aceh Taufik di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (3/9/2026).

Kafilah Aceh yang diberangkatkan terdiri dari 58 peserta, 14 pelatih dan sembilan official. Total 81 orang tersebut telah menjalani rangkaian training dan persiapan sebelum mengikuti MTQN tingkat nasional.

Taufik meminta peserta menjaga kesehatan, stamina dan mental selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. Sebagai duta Aceh, mereka juga diminta menjaga sikap dan nama baik daerah.

“Berangkatlah dengan niat yang baik, dengan keyakinan, ketekunan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik,” ujar Taufik.

Ia berharap para peserta mendapat kelancaran dan mampu tampil optimal di setiap cabang yang diikuti.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kelancaran, ketenangan, dan kemampuan sehingga saudara-saudara dapat tampil secara optimal serta meraih prestasi yang membanggakan,” katanya.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh sekaligus Ketua Kafilah, Misran Fuadi, mengatakan Aceh telah memenuhi kuota peserta untuk seluruh cabang yang diperlombakan.

Menurut Misran, seluruh peserta telah menjalani persiapan sebelum diberangkatkan ke Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Aceh Hajarul Akbar menilai pola pembinaan kafilah perlu diperkuat secara serius dan berkelanjutan.

Ia mengingatkan pengalaman Aceh pada MTQ Nasional 2003 di Kalimantan Tengah. Saat itu, Aceh mampu menempati peringkat keempat setelah menjalani masa training hingga delapan bulan.

Pengalaman tersebut, menurut Hajarul, dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun roadmap pembinaan kafilah Aceh, terlebih Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQN 2028.

Selain pembinaan teknis, ia menekankan pentingnya kesiapan mental peserta. Para kafilah diminta tidak terbebani persaingan dan lebih fokus pada kemampuan serta persiapan masing-masing.

Pemerintah Aceh berharap keikutsertaan pada MTQN ke-31 tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pembinaan peserta secara berkelanjutan menuju penyelenggaraan MTQN di Aceh pada 2028.