Dinkes : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Harus Jadi Budaya, Bukan Kebiasaan Sesaat

Redaksi
Ilustrasi anak cuci tangan. (dok. Nuvo)
Ilustrasi anak cuci tangan. (dok. Nuvo)
A-AA+A++

habanusantara.net – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengajak masyarakat terus menjaga Perilaku HIdup Bersih dan Sehat (PHBS) agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada waktu atau kegiatan tertentu.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM., mengatakan perubahan perilaku membutuhkan waktu dan konsistensi. Karena itu, edukasi PHBS perlu dilakukan secara terus-menerus dengan melibatkan keluarga dan masyarakat.

“PHBS harus menjadi budaya, bukan sekadar kebiasaan sesaat,” kata Nurjannah, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, masih ada sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan. Di antaranya masyarakat yang belum rutin melakukan aktivitas fisik, belum menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta masih adanya kebiasaan merokok di dalam rumah.

Penerapan PHBS juga belum sepenuhnya merata karena tingkat pengetahuan dan kepedulian masyarakat berbeda di setiap wilayah.

Karena itu, kata Nurjannah, penerapan PHBS membutuhkan kerja sama antara pemerintah, gampong, sekolah, tokoh masyarakat dan keluarga. Pendekatan tersebut penting agar pembinaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Dinas Kesehatan juga memberi perhatian lebih kepada sejumlah kelompok, seperti keluarga yang memiliki ibu hamil, bayi dan balita. Remaja juga menjadi perhatian karena kebiasaan hidup sehat perlu dibentuk sejak usia sekolah.

Kelompok lansia juga perlu menjaga aktivitas fisik dan kesehatan secara mandiri. Sementara keluarga dengan faktor risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, juga menjadi bagian dari kelompok yang mendapat perhatian.

Selain itu, pembinaan diarahkan kepada keluarga yang masih memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah atau belum menerapkan pola makan sehat. Nurjannah mengatakan pembinaan dilakukan melalui pendekatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing kelompok.

Ia mengajak masyarakat memulai PHBS dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin beraktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.

Masyarakat juga diharapkan aktif mengikuti kegiatan Posyandu dan gotong royong di lingkungan masing-masing. “Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama keluarga, masyarakat dan pemerintah, kita dapat mewujudkan Banda Aceh yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.[***]