Ketua KNPI Langsa: Sekolah Bukan lagi alasan, Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Cita-cita

Redaksi
A-AA+A++

habanusantara.net — Ketua DPD KNPI Kota Langsa, Rizki Maulana, mengajak kalangan pemuda berperan aktif mengawal program Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

Hal tersebut disampaikan Rizki dalam kegiatan Gerakan Sinergi Pemuda dari Aceh untuk Indonesia di Kota Langsa, Rabu (8/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia turut menyampaikan perkembangan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Langsa yang telah memasuki tahap perencanaan desain bangunan, dengan total anggaran yang disebut mencapai Rp250 miliar.

Menurut Rizki, rencana tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia berharap proses perencanaan hingga pembangunan nantinya berjalan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini kesempatan besar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami berharap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Langsa berjalan lancar dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Rizki.

Ia juga mengajak pemuda membantu menyebarluaskan informasi mengenai Sekolah Rakyat hingga ke tingkat gampong agar keluarga yang membutuhkan mengetahui kesempatan pendidikan tersebut.

“Pemuda harus ikut memastikan informasi ini sampai kepada masyarakat. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi atau kurangnya informasi,” katanya.

Rizki menegaskan, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mengawal program sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaannya. Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan hanya tentang pembangunan gedung, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Sekolah Rakyat adalah investasi bagi masa depan generasi muda. Kita ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita, tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga,” tutup Rizki.