habanusantara.net – Mengetahui pentingnya hidup sehat belum tentu membuat seseorang terbiasa menjalankannya. Di Kota Banda Aceh, tantangan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kini bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten setiap hari.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM., mengatakan perubahan perilaku membutuhkan waktu, komitmen dan dukungan dari lingkungan sekitar.
“Pengetahuan masyarakat umumnya sudah cukup baik, namun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih memerlukan komitmen dan dukungan lingkungan,” kata Nurjannah, Senin (14/9/2026).
Sejumlah kebiasaan yang masih perlu diperkuat antara lain rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok di dalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan secara terus-menerus.
Menurut Nurjannah, keluarga menjadi bagian penting dalam perubahan tersebut. Kebiasaan hidup sehat perlu dimulai dari rumah dan dilakukan bersama agar lebih mudah dipertahankan.
Karena itu, promosi kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi tidak hanya diberikan melalui fasilitas kesehatan, tetapi juga melibatkan keluarga, sekolah, gampong dan masyarakat.
Dinas Kesehatan menilai program promosi kesehatan yang selama ini berjalan menunjukkan hasil yang cukup baik. Salah satu tandanya terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan, seperti Posyandu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Kegiatan edukasi juga terus dilakukan di sekolah, gampong dan fasilitas pelayanan kesehatan. Keberhasilannya antara lain dilihat dari meningkatnya pengetahuan masyarakat, kehadiran dalam kegiatan kesehatan, kader yang aktif serta keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan kesehatan.
Penerapan PHBS di Banda Aceh secara umum juga menunjukkan tren peningkatan. Keluarga semakin terlibat dalam kegiatan Posyandu, sementara sekolah dan gampong semakin aktif menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan hidup sehat.
Namun, peningkatan tersebut tetap perlu diikuti pembinaan secara berkelanjutan. Dinas Kesehatan ingin PHBS tidak berhenti pada pengetahuan atau kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Promosi kesehatan harus dilakukan secara terus-menerus dengan melibatkan keluarga sebagai agen perubahan utama,” ujarnya.[***]





