DPRK4438

Zulkasmi Minta Pemko Ganti Pohon Trembesi dengan Pohon Asam

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Demokrat, Zulkasmi, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera melakukan penataan ulang pohon pelindung di sejumlah ruas jalan. Ia mengusulkan agar pohon trembesi yang dinilai sudah tua dan rawan tumbang diganti dengan pohon asam yang dianggap lebih aman sekaligus memiliki nilai historis bagi Kota Banda Aceh.

Permintaan itu disampaikan Zulkasmi menyusul kondisi sejumlah pohon trembesi yang dinilai sudah memasuki usia tua dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan disertai angin kencang.

“Pohon trembesi di sejumlah ruas jalan di Banda Aceh saat ini banyak yang sudah berumur tua dan rentan tumbang. Ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan jatuhnya korban jika tidak segera ditangani,” kata Zulkasmi di Banda Aceh, Rabu (25/3/2026).

Menurut anggota Komisi I DPRK Banda Aceh itu, langkah antisipasi perlu segera dilakukan sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Ia menilai pemerintah kota harus mulai memetakan kondisi pohon-pohon yang sudah tua untuk kemudian dilakukan penebangan maupun penggantian secara bertahap.

Ia mengatakan, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam penataan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Keberadaan pohon pelindung memang penting untuk menjaga kesejukan kota, namun kondisinya juga harus terus dipantau agar tidak berubah menjadi ancaman bagi warga.

Zulkasmi mengusulkan agar pohon trembesi yang sudah tidak layak dipertahankan diganti dengan pohon asam. Menurutnya, selain memiliki perakaran yang lebih kuat, pohon asam juga mampu memberikan keteduhan bagi pengguna jalan.

“Pohon asam memberikan banyak dampak positif bagi pengguna jalan. Bahkan, di zaman dulu hampir seluruh jalan di Banda Aceh ditanami pohon asam,” ujarnya.

Ia menilai pohon asam bukan hanya memiliki fungsi sebagai penghijauan kota, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan Banda Aceh. Karena itu, penanaman kembali pohon asam dinilai dapat menghidupkan kembali identitas kota yang pernah dikenal dengan deretan pohon asam di sepanjang jalannya.

Menurut Zulkasmi, penataan pohon pelindung jalan tidak cukup dilakukan hanya ketika terjadi pohon tumbang. Pemerintah perlu memiliki program yang berkelanjutan, mulai dari pendataan, pemangkasan rutin, hingga penggantian pohon yang sudah tidak produktif atau berisiko membahayakan masyarakat.

Ia berharap upaya tersebut menjadi bagian dari program penataan lingkungan perkotaan agar Banda Aceh tetap hijau tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

“Kami menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk melakukan reboisasi kembali pohon asam di seputaran jalan di Banda Aceh,” katanya.

Menurut Zulkasmi, program reboisasi juga dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kota. Selain mempercantik wajah Banda Aceh, keberadaan pohon pelindung yang tepat akan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat serta mendukung kualitas udara yang lebih baik.

Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh sehingga penataan pohon pelindung jalan dilakukan secara terencana, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, fungsi ekologis, serta nilai sejarah yang dimiliki Kota Banda Aceh.[***]