Habanusantara.net– Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai Demokrat, Zulkasmi, meminta seluruh camat di Kota Banda Aceh agar segera menginstruksikan para keuchik untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap anak yatim di setiap gampong. Pendataan tersebut dinilai penting agar tidak ada satu pun anak yatim yang luput dari perhatian dan hak-haknya dapat dipenuhi secara adil.
Menurut Zulkasmi, aparatur gampong merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya, termasuk keberadaan anak-anak yatim, baik yang memiliki administrasi kependudukan lengkap maupun yang tinggal sementara di lingkungan tersebut.
“Anak yatim itu prioritas yang harus diutamakan. Jika kita mengetahui ada anak yatim di gampong, meskipun tidak memiliki Kartu Keluarga atau hanya tinggal sementara, mohon tetap didata. Karena anak yatim memiliki hak, namanya saja hak aneuk yatim,” kata Zulkasmi kepada media ini di Banda Aceh, Sabtu (14/3/2026).
Ia menilai, persoalan administrasi seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan keberadaan anak yatim. Selama anak tersebut memang berada dan hidup di lingkungan gampong, aparatur setempat diharapkan tetap mencatatnya sebagai bagian dari data yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai program bantuan.
Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan. Dengan pendataan yang baik, penyaluran santunan, bantuan pendidikan, maupun program perlindungan sosial dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Zulkasmi berharap para camat dapat mengawal proses pendataan tersebut hingga ke tingkat gampong. Ia juga meminta para keuchik bersama perangkat gampong aktif turun langsung ke lingkungan masyarakat untuk memastikan tidak ada anak yatim yang tertinggal dari pendataan.
“Kalau memang ada anak yatim di wilayah kita, jangan sampai hanya karena persoalan administrasi akhirnya mereka tidak masuk dalam data. Yang paling penting adalah memastikan hak mereka tetap diperhatikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, upaya tersebut juga sejalan dengan harapan Wali Kota Banda Aceh agar kepedulian terhadap anak yatim menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah kota hingga pemerintahan gampong.
“Ini harapan kita semua dan juga keinginan Ibu Wali Kota Banda Aceh, supaya tanggung jawab kita kepada Allah dapat kita tunaikan dengan baik,” katanya.
Zulkasmi mengingatkan agar seluruh aparatur gampong tidak saling menunggu dalam melaksanakan pendataan. Menurutnya, langkah itu bisa segera dilakukan karena perangkat gampong merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya sehari-hari.
“Tidak perlu banyak alasan. Laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian, jangan sampai ada anak yatim yang tertinggal dari perhatian kita,” ucapnya.
Ia menambahkan, perhatian terhadap anak yatim tidak hanya berkaitan dengan tugas pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari nilai-nilai sosial dan keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Aceh. Terlebih di bulan suci Ramadan, kepedulian terhadap anak yatim menjadi salah satu amalan yang memiliki makna besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Zulkasmi, kehadiran pemerintah hingga tingkat gampong harus benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, ia berharap proses pendataan tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memastikan setiap anak yatim memperoleh hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, bantuan sosial, layanan kesehatan, dan berbagai program kesejahteraan lainnya.
“Jika perintah Allah kita jalankan, insyaAllah ibadah puasa yang kita kerjakan menjadi lebih bermakna dan sempurna,” pungkasnya.
Dengan pendataan yang menyeluruh, Zulkasmi berharap seluruh anak yatim di Banda Aceh dapat teridentifikasi dengan baik sehingga berbagai program pemerintah maupun bantuan dari pihak lain benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerima.[***]





