“Tempat ini benar-benar unik,” ujarnya sambil memandang siluet Pinto Khop yang diterpa cahaya matahari senja.
“Banyak yang datang hanya untuk berfoto di sini. Memang cantik, sangat instagramable. Tapi bagi saya, keistimewaan sebenarnya ada pada sejarah Kesultanan Aceh yang melekat pada tempat ini.”
Hulwa menilai bahwa kisah Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang menunjukkan sisi lain dari kekuasaan: bukan hanya soal perang atau pemerintahan, tetapi tentang kelembutan, perhatian, dan cinta.
“Bayangkan, seorang Sultan yang begitu hebat, tetapi masih sempat memikirkan kenyamanan dan kebahagiaan istrinya. Itu menunjukkan bahwa kekuasaan bisa berjalan berdampingan dengan kemanusiaan,” lanjutnya.
Selain itu, Hulwa juga menyoroti karakter Putroe Phang yang dikenal tidak hanya cantik, tetapi bijaksana dan dekat dengan rakyat.




















