“Tema Rumoh Aceh dipilih karena kaya nilai sejarah, arsitektur, dan kearifan lokal. Kami berharap masyarakat dapat memahami secara lebih mendalam filosofi dan warisan identitas bangsa yang tercermin dalam rumah tradisional Aceh,” ujar Arif.
Ia menjelaskan bahwa pameran ini bukan hanya media apresiasi budaya, tetapi juga wadah mendorong partisipasi generasi muda melalui kegiatan kreatif dan edukatif. “Kami ingin menggugah ketertarikan publik terhadap arsitektur tradisional melalui media digital, sekaligus memperkuat peran Museum Aceh sebagai pusat pembelajaran dan diplomasi budaya,” jelasnya.




















