
Angin laut bertiup pelan, membawa aroma segar air asin bercampur wangi pepohonan cemara laut yang berjajar di sepanjang batas pantai. Pepohonan ini bukan sekadar elemen lanskap; mereka menjadi pelindung alami dari terik matahari, menciptakan ruang teduh yang nyaman bagi siapa saja yang ingin duduk diam, membaca buku, atau meresapi suara deburan ombak kecil.
Bagi sebagian orang, pantai bukan hanya destinasi wisata — ia adalah ruang refleksi. Seperti yang dirasakan Nadilla (21), mahasiswi asal Banda Aceh, saat ditemui saat sore hari menikmati angin pantai.
“Saya memang sengaja mencari pantai yang tidak terlalu ramai. Dan Pasir Putih ini rasanya pas sekali,” ujarnya sambil tersenyum, seraya membersihkan pasir halus yang menempel di sandalnya.




















