“Wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari keramaian. Mereka ingin pengalaman yang lebih dekat dengan alam dan budaya lokal. Tren global menunjukkan perpindahan dari mass tourism menuju alternative tourism yang menghadirkan petualangan, edukasi, dan pengalaman langsung,” ujarnya.
Muksalmina menegaskan bahwa Aceh Singkil memiliki kekayaan potensi pariwisata yang terbagi dalam tiga klaster unggulan, yaitu wisata bahari di Kepulauan Banyak, wisata alam daratan seperti Hutan Rawa dan Danau Bungara, serta wisata budaya dan ekowisata yang sarat nilai kearifan lokal.




















