
Di bawah air terjun terdapat kolam alami berwarna hijau toska yang jernih. Pada bagian tepi, kolam terasa dangkal sehingga aman untuk sekadar merendam kaki atau duduk santai di bebatuan. Sementara bagian tengahnya lebih dalam, cocok bagi pengunjung yang ingin berenang menikmati kesegaran air pegunungan. Pepohonan tinggi yang mengelilingi area membuat suasana terasa teduh sepanjang hari. Dahan-dahannya membentuk semacam kanopi alami yang melindungi pengunjung dari terik matahari.
Beberapa pengunjung tampak menikmati ketenangan kolam dengan berenang bebas, sementara yang lain duduk di sepanjang bebatuan, membiarkan kaki mereka terendam air sambil merasakan embusan angin lembut. Suara gemericik air berpadu dengan kicauan burung menciptakan harmoni alami yang membuat banyak orang merasa seolah jauh dari segala hiruk pikuk kehidupan kota.
Salah seorang pengunjung, Jihan, menceritakan bagaimana pengalaman menuju Kuta Malaka adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan komitmen. “Effort-nya lumayan besar, dari jalan yang terjal, lintasan sungai, sampai turun tangga yang banyak banget. Tapi semua itu langsung terbayar pas lihat air terjunnya,” ujarnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa udara yang sejuk dan suasana hutan yang masih sangat alami membuat seluruh rasa lelah seketika menghilang. “Airnya jernih, adem, dan suasananya benar-benar bikin rileks,” tambahnya.
Keunikan Kuta Malaka tidak hanya terletak pada bentuk bertingkatnya, tetapi juga pada keasrian kawasan yang masih sangat terjaga. Akar-akar pohon besar tampak merambat di bebatuan tebing, sementara lumut hijau menghiasi banyak permukaan batu, memperkuat kesan alami yang begitu kental. Jalur pejalan kaki dengan pagar kayu sederhana terlihat mendampingi alur perjalanan pengunjung, membantu menjaga keselamatan karena area di dekat air terjun cukup licin.
Tidak adanya bangunan permanen atau kios komersial di sekitar lokasi membuat pengalaman di Kuta Malaka terasa lebih murni. Pengunjung benar-benar disuguhkan suasana alam yang masih autentik, jauh dari polesan buatan manusia. Hal inilah yang membuat banyak orang datang untuk menikmati ketenangan, melakukan meditasi, atau sekadar mencari tempat yang tepat untuk melepas penat.
Namun perlu diingat, perjalanan pulang sering kali menjadi tantangan tersendiri karena pengunjung harus menaiki kembali sekitar seribu anak tangga—tugas yang tidak ringan setelah menikmati waktu bersantai di bawah. Meski begitu, tantangan tersebut adalah bagian dari karakter Kuta Malaka yang membuatnya selalu diingat oleh mereka yang pernah berkunjung.
Air Terjun Kuta Malaka adalah perpaduan petualangan dan ketenangan dalam satu destinasi. Aksesnya mungkin tidak mudah, tetapi keindahan dan kealamian yang ditawarkan membuat banyak pengunjung merasa ingin kembali suatu hari nanti.
Tempat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Aceh Besar menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, menunggu untuk dijelajahi oleh mereka yang siap menemui pesona di balik setiap langkah perjalanan.




















