Habanuntara.net – Pembelian pin emas untuk anggota DPRK Aceh Tengah menjadi sorotan. Sebab, Kabupaten Aceh Tengah sedang sedang dilanda defisit anggaran.
Namun, anggota DPRK Aceh Tengah justru mendapatkan pin emas seberat 10 gram per anggota. Hal ini memantik para mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Gayo Merdeka (AGM).
Saat mengelar aksi unjuk rasa Senin (1/9/2025, ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Takengon, Afdhalal Gifari menyidir puluhan anggota DPRK Aceh Tengah karena terlihat hanya sebagian mereka yang terlihat mengenakan pin emas itu.
“Saya melihat hanya beberapa yang memakai pin emas, yang lain kemana ? Jangan-jangan sudah digadaikan ia pak,”tanya Afdahal.
“Jangan jangan defisit dan efisiensi anggaran hanya akal-akalan saja,”ujar Afdahal.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris dewan (Sekwan) DPRK Aceh Tengah, Buhari, S. Sos, saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2025) membenarkan adanya pembelian pin emas untuk anggota DPRK Aceh Tengah.
“PIN untuk anggota DPRK Aceh Tengah seharusnya diadakan pada tahun 2024 sesudah pelantikan, mengingat devisit anggaran pada tahun tersebut maka di anggarkan pada thn 2025 ini untuk 21 orang anggota dewan saja,yang seharusnya kita siapkan sebanyak 30 buah karna keterbatasan anggaran,”kata Buhari.
Buhari menyebut, masing-masing 21 anggota DPRK Aceh Tengah itu menerima pin emas seberat 10 gram.
Pembelian pin emas untuk anggota DPRK Aceh Tengah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 Tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratip pimpinan dan anggota DPRK. Justru itu, untuk 9 anggota DPRK Aceh Tengah yang belum mendapatkan pin tersebut harus diadakan.
“Untuk jumlah anggran nya saya lihat dulu kontraknya, sebab saya baru 2 Minggu di tunjuk sebagai Plt Sekwan Aceh Tengah,”pungkas Buhari. [*]




















