Habanusantara.net, Langkah awal yang strategis ditunjukkan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dalam memperkuat kolaborasi lintas institusi. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Ketua DPRK Irwansyah ST bersama kedua Wakil Ketua DPRK menerima kunjungan silaturahmi Komandan Kodim 0101/KBA Letkol INF Faurizal Noerdin S.Sos di ruang kerja Ketua DPRK Banda Aceh, Senin (2/6/2025).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi perkenalan resmi Dandim yang baru, dan menjadi titik awal untuk membangun sinergi yang lebih solid antara legislatif dan unsur TNI di daerah.
Didampingi Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, dan Wakil Ketua II, Dr Musriadi, pertemuan ini berlangsung cair dan produktif.
Kedua belah pihak saling bertukar informasi mengenai ruang lingkup kerja, peran masing-masing lembaga, hingga potensi kerja sama ke depan.
Irwansyah menegaskan bahwa DPRK Banda Aceh membuka diri terhadap kolaborasi yang konstruktif dengan semua pemangku kepentingan, termasuk TNI, terutama dalam menjaga ketertiban, stabilitas, dan ketahanan sosial kota.
“Kami merasa terhormat atas kunjungannya. Semoga momentum ini dapat semakin mempererat hubungan kerja sama yang sudah terjalin baik selama ini,” ujar Irwansyah.
Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara legislatif dan TNI sangat penting, bukan hanya dalam konteks keamanan, tapi juga dalam menjaga keharmonisan sosial dan ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai tantangan.
Kehadiran Dandim Letkol Faurizal sendiri disambut positif oleh jajaran pimpinan DPRK. Dengan pengalaman dan rekam jejaknya, Irwansyah berharap Dandim baru mampu melanjutkan dan meningkatkan kontribusi TNI dalam mendukung program pembangunan serta pelayanan masyarakat di Banda Aceh.
Sinergi antara DPRK dan Kodim, lanjut Irwansyah, diharapkan tidak hanya sebatas koordinasi formal, tetapi juga kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi simbol dari keterbukaan dan semangat kolaboratif antar-lembaga. Di tengah situasi sosial-politik yang terus berkembang, pendekatan yang terbuka dan dialogis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kota.
Pimpinan DPRK melihat kerja sama dengan TNI sebagai elemen penting dalam memperkuat ketahanan lokal dan menciptakan rasa aman bagi warga Banda Aceh.

Silaturahmi yang berlangsung singkat namun bermakna ini mencerminkan pentingnya menjaga komunikasi antarpilar negara di tingkat daerah.
DPRK dan Kodim memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, solidaritas sosial, dan partisipasi publik.
Dengan membangun kedekatan sejak dini, keduanya diharapkan mampu mengatasi tantangan bersama serta mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.[***]




















