HeadlineNasional

Danantara Dapat Investasi Rp67 Triliun dari Qatar, Presiden Prabowo Minta Direksi Malas dan Korup Diganti

×

Danantara Dapat Investasi Rp67 Triliun dari Qatar, Presiden Prabowo Minta Direksi Malas dan Korup Diganti

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Haba Nusantara.net, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) baru saja meraih komitmen investasi dari Qatar senilai US$4 miliar atau setara Rp67 triliun.

Pada saat bersamaan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tata kelola Danantara harus bebas dari praktik penyelewengan.

Ia menegaskan, direksi BUMN yang terbukti malas atau menyalahgunakan wewenang wajib segera diganti agar pengelolaan aset mencapai target dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.

“Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi berbuat yang terbaik, tinggalkan praktik-praktik zaman dulu,” tegas Prabowo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025).

Pernyataan ini mengawali Town Hall Meeting Danantara bersama ratusan direksi BUMN, untuk memastikan pengelolaan investasi Rp67 triliun dari Qatar berjalan transparan dan akuntabel.

Prabowo lantas menyerahkan sepenuhnya evaluasi kinerja kepada manajemen BUMN.

Menurutnya, setiap direksi harus dinilai dari prestasi, watak, dan akhlak. “Kalau dia tidak berprestasi, kalau dia malas-malasan, kalau dia lakukan praktik-praktik yang enggak bener, menyalahgunakan kewenangan, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti,” tambahnya.

Prabowo menginginkan Dana Rp67 triliun dari Qatar tidak terkuras oleh korupsi atau kecerobohan.

Prabowo juga mengingatkan agar pihak-pihak yang berkinerja baik diberi penghargaan, termasuk promosi jabatan.

Ia menegaskan proses seleksi direksi BUMN harus berdasarkan kompetensi, bukan suku, agama, ras, atau latar belakang politik.

“Yang baik dari bawah kalau bisa dipromosikan, kalau tidak, cari ahli yang baik. Tapi tidak boleh yang tidak profesional,” ujarnya, menegaskan prinsip profesionalisme dan meritokrasi di tubuh Danantara.

Suasana Aula Cendrawasih JCC yang dipenuhi ratusan direksi BUMN menegaskan besarnya harapan pada kinerja Danantara.

Prabowo yang tiba sekitar pukul 15.30 WIB, mengenakan jas abu-abu dan kemeja putih, didampingi Kepala Badan/CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Dony Oskaria, dan CIO Pandu Sjahrir.

Kehadiran mereka menandai babak baru pengelolaan 844 BUMN di bawah satu payung Danantara yang resmi terbentuk pada 24 Februari 2025.

Rosan Roeslani mengawali sambutan dengan memaparkan latar belakang pembentukan Danantara. Sejak 21 Maret 2025, seluruh 844 BUMN telah menjadi bagian dari Danantara Indonesia.

Menurut Rosan, langkah ini merupakan implementasi pasal 33 UUD 1945 yang menekankan perekonomian disusun atas asas kekeluargaan.

“Mekanisme pasar tetap dihormati, tetapi negara berhak mengintervensi jika mekanisme pasar melenceng. Kehadiran Danantara adalah bentuk konkret peran pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.

Investasi Qatar senilai Rp67 triliun diperoleh melalui kesepakatan antara Danantara dan Qatar Investment Authority (QIA), diumumkan Rosan melalui unggahan video bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie pada 17 April 2025.

“Pak Anin, saya dikasih tahu sama KBRI ini kambing yang paling enak di sini, apalagi makannya baru dapat investasi US$4 miliar, tambah nikmat kita makannya,” ucap Rosan sambil tersenyum dalam video tersebut.

Besarnya komitmen investasi dari Qatar tidak hanya memperkuat cadangan modal Danantara, tetapi juga menambah kepercayaan pasar terhadap potensi BUMN Indonesia.

Dengan portofolio aset mencapai US$980 miliar atau sekitar Rp15.978 triliun, Danantara kini menjadi salah satu entitas pengelola investasi terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah berharap dana ini akan digunakan untuk mempercepat proyek infrastruktur, energi terbarukan, dan digitalisasi BUMN, sehingga mampu meningkatkan daya saing global.

Investasi Qatar juga membuka peluang kerja sama jangka panjang dalam berbagai sektor strategis. Rosan menilai, kolaborasi ini akan mendorong transfer teknologi dan pengetahuan manajemen internasional ke dalam tubuh BUMN.

“Kami ingin memanfaatkan investasi ini untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja operasional. Tidak sekadar suntikan modal, tapi juga peningkatan kapasitas SDM dan sistim manajemen modern,” jelasnya.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

habanusantara.net – Hujan deras yang mengguyur Aceh Timur sejak Rabu (7/1/2026) malam kembali memicu banjir di sejumlah kecamatan. Banjir susulan ini terjadi saat warga belum sepenuhnya pulih dari bencana serupa…

Nasional

Habanusantara.net – Pemerintah Aceh menyambut kedatangan jajaran pemerintah pusat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

Ekbis

Habanusantara.net – Ancaman lonjakan kemiskinan kembali membayangi Aceh. Serangkaian bencana alam yang melanda wilayah ini pada akhir November 2025 dinilai berpotensi memukul perekonomian masyarakat secara serius dan berisiko mendorong angka…

close